Internasional

Kondisi Myanmar Memburuk

INDOPOSCO.ID – Kepercayaan masyarakat Myanmar terhadap pemerintahan militer memperburuk penanganan pandemi Covid-19 di negara tersebut. Padahal, jumlah orang yang terinfeksi Covid-19 di Myanmar sudah melampaui angka 5.000 jiwa per hari.

Ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah yang sedang berjuang menangani pandemi merupakan buntut kudeta militer terhadap pemimpin sipil terpilih Aung San Suu Kyi.

Pada Senin, angka resmi kematian akibat COVID-19 mencapai 89, rekor keenam dalam tujuh hari terakhir. Kasus harian menembus angka 5.000 untuk pertama kali, lebih dua kali lipat angka tertinggi tahun lalu.

Sementara dari jumlah tes Swab yang dilakukan, sekitar 30 persennya hasil positif. Angka yang dianggap sangat membahayakan.

“Naiknya jumlah warga yang positif COVID-19 di Myanmar sudah sangat mengkhawatirkan,” tutur Joy Singhal, Ketua Delegasi Myanmar pada Federasi Palang Merah Internasional dan Masyarakat Sabit Merah.

Dia mengatakan, dalam waktu dekat Myanmar akan mengalami krisis apalagi akses ke rumah sakit sangat terbatas.

Kondisi makin runyam terjadi Myanmar karena cukup banyak tenaga kesehatan yang bergabung dengan kelompok anti-junta yang masuk dalam Gerakan Pembangkangan Sipil. Tidak lebih dari 10 persen tenaga kesehatan yang tetap bertugas di Rumah Sakit Umum Yangon Barat di kota terbesar Myanmar, Yangon. (bro)

Sponsored Content
Back to top button