Nasional

Kisah Doni Monardo yang Dipaksa Opname karena Positif Covid-19

INDOPOSCO.ID – Tidak ada yang bisa memperkirakan kapan akan terinfeksi Covid-19, bahkan untuk Doni Monardo sang ketua Satgas Penanganan Covid-19 Indonesia yang sempat menolak untuk menjalani perawatan di rumah sakit ketika terkonfirmasi positif.

Seperti dilaporkan Antara, kisah saat Doni mengalami Covid-19 itu, yang dia umumkan 23 Januari 2021, dituturkan oleh tenaga ahli dan staf khususnya Egy Massadiah dalam keterangan yang diterima di Jakarta pada Sabtu (20/3/2021).

“Tim dokter dari Satgas Covid-19 maupun tim dokter BNPB, meminta Doni berkenan dirawat di rumah sakit. Semua bujuk-rayu kami seperti membentur tembok,” tulis Egy dalam keterangannya.

Padahal, ujar Egy, kondisi fisik pria yang menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu tidak bisa dibilang baik-baik saja. Pada hari kedua terpapar, suhu badan Doni naik dan bahkan tidak bisa memegang ponsel.

Data saturasi oksigen Doni Monardo berada di angka 78 persen yang masuk dalam kategori rendah dan jauh dari angka normal di kisaran 95-100 persen.

Namun pria yang dijuluki “Panglima Covid-19” itu bersikeras tidak mau dirawat di rumah sakit meski telah dibujuk sang istri. Doni yakin dia bisa bolak-balik ke rumah sakit untuk pemeriksaan dan tetap isolasi mandiri di rumah.

Doni pun akhirnya bersedia dirawat di rumah sakit setelah mendengar “ultimatum” dari putri sulungnya dan masuk ke kamar perawatan pada 26 Januari 2021. Ia dirawat sampai 29 Januari 2021 dan setelah keluar RS menjalani isolasi mandiri di hotel.

Setelah 20 hari dan dua kali tes usap PCR menunjukkan dirinya negatif maka pada 23 Februari 2021, sang Letnan Jenderal kembali beraktivitas.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button