Internasional

Khawatir Biaya Stimulus AS, Wall Street Jatuh

INDOPOSCO.ID – Wall Street jatuh pada penutupan Selasa (Rabu, 24/3/2021 pagi WIB), karena investor terbebani kekhawatiran tentang biaya belanja infrastruktur dan potensi kenaikan pajak untuk membayar stimulus bantuan Presiden Joe Biden sebesar 1,9 triliun dolar AS.

Seperti dilaporkan Antara, Indeks Dow Jones Industrial Average terpangkas 308,05 poin atau 0,94 persen, menjadi berakhir di 32.423,15 poin. Indeks S&P 500 berkurang 30,07 poin atau 0,76 persen, menjadi menetap di 3.910,52 poin. Indeks Komposit Nasdaq kehilangan 149,85 poin atau 1,12 persen, menjadi berakhir di 13.227,70 poin.

Delapan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor material merosot 2,1 persen, memimpin kerugian. Sementara itu, sektor utilitas terangkat 1,52 persen, merupakan kelompok dengan kinerja terbaik.

Pernyataan Menteri Keuangan Janet Yellen bahwa ekonomi AS tetap dalam krisis dari pandemi saat ia memperjuangkan rencana kenaikan pajak mendatang untuk membayar investasi publik baru membuat investor waspada.

Yellen berbicara pada sidang Komite Jasa Keuangan DPR AS di mana Ketua Federal Reserve Jerome Powell juga berbicara kepada komite tersebut.

Pembicaraan tentang rencana infrastruktur pemerintah membuat bingung investor yang khawatir pasar saham diperdagangkan pada valuasi yang tinggi, kata Rick Meckler, mitra di Cherry Lane Investments di New Vernon, New Jersey.

“Ada sedikit kekhawatiran untuk menghindari potensi aksi jual yang mungkin akan terjadi,” kata Meckler. “Perasaan apa pun yang mungkin terjadi menyebabkan orang menarik pelatuk dengan cukup cepat atas gerakan-gerakan turun ini.”

Saham telah diperdagangkan mendekati titik impas dalam perdagangan maju-mundur sebelum berbalik turun tajam sekitar 45 menit sebelum penutupan.

Powell mengatakan kepada anggota parlemen AS bahwa putaran kenaikan harga pascapandemi yang akan datang tidak akan memicu ledakan inflasi terus-menerus yang merusak. Kekhawatiran tersebut telah memicu kenaikan imbal hasil baru-baru ini dan menyebabkan saham-saham teknologi dijual.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button