Nasional

Keterbukaan Transaksi Daring Belum Didukung SDM Berkompeten

INDOPOSCO.ID – Di hulu menjadi masalah munculnya sejumlah problem pada kebiasaan belanja online di masyarakat. Banyak konsumen yang tidak memahami proses bisnis berdagang secara digital.

Pernyataan tersebut diungkapkan Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi melalui gawai, Minggu (23/5/2021). Dia menyebut, berdagang secara digital ada entitas yang harus dipahami oleh konsumen.

“Di sana ada pedagang hingga kurirnya. Dan apabila ada komplain dari konsumen itu hak konsumen,” katanya.

Bahwa, dikatakan Tulus, keberatan konsumen dijamin oleh undang-undang (UU) konsumen. Di dalam UU tersebut konsumen berhak mengeluh atau mengadu ketika bertransaksi dengan siapapun dan apapun.

“Tapi pada berdagang secara digital, konsumen tidak mengetahui mekanisme untuk melakukan komplain. Yang ada konsumen mengeluh atau mengadukan kepada kurir,” ucapnya.

Dia menuturkan, edukasi kepada konsumen masih sangat minim. Kendati pemerintah telah membuka ruang transaksi online secara luas. “Jadi keterbukaan digital tidak diikuti ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yanag kompeten,” ungkapnya.

“Literasi digital masyarakat harus dibenahi, agar kurir tidak menjadi sasaran konsumen,” imbuhnya.

Secara ideal, masih ujar Tulus, konsumen yang akan melakukan transaksi secara daring harus membaca syarat dan ketentuan yang berlaku. Seperti harga hingga kualifikasi barang yang akan dibelinya.

“Mekanisme pengembalian juga harus dipelajari. Jadi ketika ada komplain pengembalian tidak kepada kurir. Kan kurir hanya pengantar barang,” ujarnya. (nas)

Sponsored Content
Back to top button