Headline

Kemkominfo Putus Akses 67 Akun Prostitusi Online Anak Lewat WeChat

INDOPOSCO.ID – Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Dedy Permadi mengatakan, telah melakukan penanganan terkait prostitusi online terhadap anak. Dengan melakukan solusi jangka panjang.

“Literasi digital terus kami gaungkan. Bahkan tahun ini kami terus gaungkan,” ungkap Dedy Permadi melalui gawai, Rabu (26/5/2021).

Ia menyebut, untuk mendukung program literasi digital pihaknya memiliki target 12,5 juta orang terliterasi. Dan untuk empat tahun ke depan sampai 50 juta orang.

“Jangka pendek kami melakukan pemutusan akses. Di platform WeChat ada 67 akun yang sudah kami putus aksesnya,” ungkapnya.

Menurutnya, platform yang digunakan untuk prostitusi online bukan saja WeChat saja, namun ada WhatsApp (WA), Twitter dan media sosial lainnya.

“Jadi yang kami putus bukan platformnya, tapi akun yang digunakan untuk prostitusi online,” ucapnya.

Ia menegaskan, pihaknya akan menindak setiap akun yang digunakan untuk prostitusi online. Penyelenggara Sistem dan Transaksi Elektronik (PSTE) sesuai peraturan pemerintah (PP) Nomor 71, menurut Kemkominfo memiliki tugas mendorong setiap platform digital melakukan Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) sesuai undang-undang yang berlaku.

“Kami dorong sistem dan aturan sistem mereka sesuai aturan di Indonesia. Jadi kami melakukan komunikasi dengan WeChat, WA dan Twitter,” ucapnya.

Ia menegaskan, platform yang tidak menjalankan sistem tidak sesuai dengan perundangan yang ada, maka akan diberikan sanksi administratif. Dari teguran hingga penghentian layanan.

“Kita putus izin pengoperasian platform tersebut di Indonesia,” tegasnya.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya mengungkap prostitusi online di Jakarta Barat dengan korban 18 anak. Pada kasus tersebut, dua orang berinisial AD (27) dan AP (24) diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka. (nas)

Sponsored Content
Back to top button