Nasional

Kementan Tingkatkan Peran Penyuluh Dampingi Petani Sawit

INDOPOSCO.ID – Sistem penyuluhan efektif dan efisien bagi petani/pekebun kelapa sawit menjadi sangat penting, untuk meningkatkan produktivitas sawit rakyat masih 2,7 ton di bawah rata-rata nasional, 9 ton per hektare (ha), akibat tantangan teknis dan nonteknis terkait kualitas SDM, kelembagaan petani, agro-input dan modal usaha.

“Guna mendukung petani mengatasi masalah tersebut, diperlukan penguatan penyuluh, baik aparatur sipil negara atau ASN maupun penyuluh swadaya dan swasta untuk mendorong peningkatan pengetahuan petani dan membangun kapasitas petani sawit,” kata Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian Kementan (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) Dedi Nursyamsi di Jakarta, Selasa (20/4/2021).

Menurutnya, Kementan RI menyadari peran sawit menjadi penyumbang penting devisa negara dari nilai ekspor yang terus meningkat, juga penggerak perekonomian daerah, menyerap tenaga kerja dan mendukung pengentasan kemiskinan di pedesaan.

“Pada 2018, luas perkebunan sawit mencapai 14,7 juta ha dan 6 juta ha di antaranya, atau 40,9 persen, merupakan perkebunan sawit rakyat, dengan produksi CPO sebesar 40 juta ton,” kata Dedi saat membuka rapat ‘Rencana Aksi Penumbuhan dan Pengembangan Penyuluh Swadaya dan Swasta di Kawasan Perkebunan Sawit Rakyat (PSR) berbasis Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP).

Dedi mengingatkan instruksi dan arahan Menteri Pertanian (Mentan) RI Syahrul Yasin Limpo tentang peran petani sawit bagi peningkatan produktivitas sawit nasional. Implementasinya, Keputusan Menteri Pertanian (Kepmentan) No 40/2020 mengingat peran sawit sebagai kontributor ekonomi utama wilayah, terutama pada 31 kabupaten/kota khususnya Provinsi Riau dan sebagian wilayah di Kalimantan dan Sulawesi.

“Kebun sawit secara keseluruhan menyerap 8,2 juta orang tenaga kerja, di antaranya 4,2 juta di PSR. Sawit juga sumber penghidupan 1,5 juta keluarga petani,” kata Dedi didampingi Sekretaris BPPSDMP Siti Munifah dan Government Advisor PT SMART Tbk R. Azis Hidayat serta sejumlah pejabat terkait di Kementan.

Dia mengharapkan penyuluh swadaya dan swasta memanfaatkan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP Kostratani) sebagai sarana melakukan aktivitas pemberdayaan petani/pekebun sawit.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button