Headline

Kementan: Pangan seperti NKRI, Harus Harga Mati

INDOPOSCO.ID – Pangan adalah kebutuhan pokok manusia untuk menjamin kelangsungan hidupnya. Fungsi dan peran pangan tak ubahnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai ‘harga mati’ yang harus dijaga eksistensinya, begitu pula pangan harus tersedia setiap saat sekaligus penentu stabilitas NKRI.

Menteri Pertanian (Mentan) RI Syahrul Yasin Limpo menegaskan, banyak yang harus dibenahi untuk menjaga ketersediaan pangan, utamanya meningkatkan produktivitas pertanian yang ditentukan oleh kualitas SDM pertanian terutama petani dan penyuluh.

“Selain petani, penyuluh sangat menentukan keberhasilan pembangunan pertanian. Merekalah ujung tombak meningkatkan kualitas petani agar mampu menggenjot produktivitas pertanian,” kata Mentan Syahrul.

Penegasan serupa ditegaskan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi bahwa penyuluh merupakan ‘teman senapas dan seperjuangan’ petani meningkatkan produktivitas pertanian bagi ketersediaan pangan, maka eksistensi pangan tak ubahnya NKRI harus ‘harga mati’.

“Pangan itu kebutuhan pokok. Pangan itu sama dengan NKRI, harga mati. Negara tidak boleh krisis pangan. Artinya, pertanian itu harga mati. Petani dan penyuluh juga harga mati. Perannya luar biasa bagi pembangunan pertanian Indonesia,” katanya di Kabupaten Badung, Provinsi Bali, Jumat (17/9/2021) saat memberi pengarahan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Abiansemal.

Dedi menambahkan, sektor pertanian yang menyelamatkan perekonomian nasional di tengah Pandemi Covid-19 sementara sektor lainnya terpuruk.

“Pertanian mampu bertahan dan tumbuh positif bahkan menyerap tenaga kerja terbesar saat ini, serta menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang terdampak pandemi akibat PHK dan pengurangan karyawan,” katanya.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button