Nasional

Kemenparekraf Buka Ruang Kolaborasi dengan Seniman

INDOPOSCO. ID – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menginstruksikan jajarannya membuka ruang kolaborasi dan lapangan kerja bagi para seniman, termasuk lewat Tahlil Budaya yang digelar secara hibrida setelah masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Darurat (PPKM) Darurat.

“Kita akan cari satu solusi agar acara ini berlangsung dalam bingkai protokol kesehatan yang ketat dan disiplin. Kita bisa lalu berinovasi, beradaptasi dan berkolaborasi,” kata Sandiaga Uno dalam keterangannya seperti dikutip Antara, Kamis (15/7/2021).

Pandemi Covid-19 berdampak langsung terhadap nasib para seniman maupun pekerja seni nasional. Pembatasan sosial hingga kegiatan masyarakat secara langsung menutup ruang berkreasi maupun pekerjaan mereka, termasuk seniman yang tergabung dalam Forum Seniman Peduli (FSP) Taman Ismail Marzuki.

Tak hanya kehilangan mata pencaharian, belasan orang seniman FSP Taman Ismail Marzuki pun dinyatakan meninggal dunia sejak terjadi pandemi. Kabar duka itu disampaikan Koordinator FSP Taman Ismail Marzuki, Exan Zen ketika berdiskusi dengan Sandiaga Uno secara virtual, Rabu (14/7/2021).

Penyebabnya pun disampaikan Exan tak hanya pandemi Covid-19, tetapi juga tidak adanya ruang berkreasi lantaran kawasan Taman Ismail Marzuki kini tengah direvitalisasi.

“Kawan-kawan seperjuangan di Forum Seniman Peduli selama masa pandemi ini sudah ada 17 orang yang meninggal dunia. Bukan hanya karena kena Covid, mungkin penyebab lain karena selama revitalisasi Taman Ismail Marzuki, tidak ada kegiatan apa-apa,” ungkap Exan.

“Mungkin di masa-masa yang sulit ini, tekanan hidup membuat penyakit lama yang tidak pernah mereka rasakan muncul. Karena tidak adanya aktivitas, (penyakit) muncul kembali,” tambahnya.

Walau begitu, dirinya pun berterima kasih atas perhatian yang diberikan Kemenparekraf kepada para seniman FSP Taman Ismail Marzuki seperti bantuan sembako yang disalurkan di Posko Taman Ismail Marzuki tahun lalu.

Sandiaga berpesan kepada para seniman agar selalu bersemangat dan optimistis melewati badai pandemi. Sebab, keberadaan para seniman sangat penting bagi masyarakat saat ini. Para seniman katanya mampu membantu masyarakat meningkatkan imunitas lewat beragam hormon yang dihasilkan setelah menyaksikan beragam karya seni, mulai dari puisi, sajak maupun lagu.

“Kita tidak boleh patah semangat, kita harus terus memberikan satu optimisme. Jika kita dapat (menyaksikan) karya seni yang baik maka hormon endorfin bisa kita dapatkan,” jelasnya.

Hormon endorfin adalah hormon pereda nyeri yang diproduksi tubuh manusia. Hormon ini muncul dalam kondisi tenang dan bisa memberikan energi positif untuk manusia, sementara hormon serotonin yang mengelola suasana hati agar lebih bahagia dan oksitosin kerap disebut sebagai hormon cinta yang bisa dirasakan manusia selagi berbagi cerita. (mg1/wib)

Sponsored Content
Back to top button