Megapolitan

Kemenangan Gubernur Banten di Dewan Pers Seret Nama Aktivis Anti Korupsi

INDOPOSCO.ID– Kemenangan Gubernur Banten Wahidin Halim dalam sengekta pemberitaan di dewan pers dengan media online detiknews.com dalam rubrik DetikX, terkait bantuan dana hibah untuk pondok pesantren bodong, menyeret nama aktivis anti korupsi Banten Uday Suhada.

Pengamat pers Garry Vebrian menilai, ada motif kesengajaan untuk penggiringan opini bersakala nasional dari narasumber berinisial US (Uday Suhada-red) sehingga terjadi sengketa pemberitaan di Dewan Pers yang melibatkan Detikcom sebagai teradu dengan Gubernur Banten Wahidin Halim sebagai pengadu.

“Saya sih melihat ada motif kesengajaan untuk menggiring opini dengan skala nasional oleh US dalam kasus detikcom ini, makanya narsum memilih detik sebagai sasarannya, bukan media lokal atau lainnya,” ungkap Garry dalam rilis yan diterima indoposco.id, Minggu (8/8/2021).

Penggagas Media Watch Society ini mengatakan, dalam kasus detikcom ini terlihat jelas adanya ketidakmampuan dari Uday Suhada (US) sebagai narasumber di detik untuk bisa membedakan antara fakta dan opini, saat menyampaikan informasi kepada detikcom terkait bantuan dana hibah Pondok Pesantren di Banten.

“Akar persoalannya jelas pada narsum detik yaitu Uday Suhada. Narsum ini tidak bisa membedakan mana opini dan mana fakta, lalu dia gorenglah opini tersebut lewat detikcom dengan seolah sebagai sebuah fakta,” imbuhnya.

Lulusan Magister Filsafat Universitas Paramadina ini juga menyayangkan kasus ini terjadi pada media sekaliber detikcom yang notabene merupakan salah satu media online terbesar dan terpopuler di Indonesia.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button