Nusantara

Keluar dari Ruang Kejati, Kadinkes Banten Tutup Mulut Usai Pemeriksaan

INDOPOSCO.ID – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti, bungkam atau tak berkomentar apapun usai diperiksa Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten kaitan dengan dugaan korupsi pengadaan masker senilai Rp1,68 miliar.

Pantauan indoposco.id di lokasi, Ati keluar dari gedung pemeriksaan sekira pukul 19:00 WIB, pasca tiga tersangka pengadaan masker digiring ke mobil tahanan.

Tak terlontarkan satu kata pun dari mulut sang dokter ini. Pihaknya lebih bersikap ‘cuek bebek’ dan tak menghiraukan pertanyaan dari awak media yang mencoba mengkonfirmasi. Dari raut mukanya, Ati nampak lelah dan seperti orang pusing.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten Asep Nana Mulyana membenarkan, bahwa tim penyidik telah melakukan pemeriksaan kepada Kepala Dinkes Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti.

“Iya (Ati) tadi diminta keterangan ya, diperiksa oleh teman penyidik, kami akan simpulakan, dalami untuk melengkapai perkara bukti,” katanya kepada media, Kamis (27/5/2021).

Ia berujar, pihak swasta yang menjadi pengadaan barang masker KN95 sebuah perusahaan BTRAM. Selain itu, dugaan korupsi pada pengadaan itu semakin kuat, setelah tim penyidik menemukan adanya dokumen palsu.

“BTRAM (singkatan nama perusahaan). Penyedia barang melakukan tanda kutip ada indikasi pemalsuan dokumen, sehingga kami meyakini betul ini tindak pidana korupisi sebesar Rp1,68 miliar,” jelasnya.

Diketahui, bahwa penetapan tersangka disematkan kepada dua dari pihak swasta (pengadaan masker) dan satu orang dari pejabat pembuat komitmen (PPK) dari pengguna anggaran atau Dinkes Banten. Mereka ditetapkan tersangka, pasca Kejati mengumpulkan keterangan dan bukti dari saksi serta pihak terkait. (son)

Sponsored Content
Back to top button