Nusantara

Kejati Tiga Kali Absen di Praperadilan Kasus Masker, Kuasa Hukum: Bentuk Kurang Penghargaan terhadap Persidangan

INDOPOSCO.ID – Sidang praperadilan tersangka LS, dugaan kasus korupsi pada pengadaan masker di Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten, kembali tanpa dihadiri pihak termohon dalam hal ini Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten.

Dalam catatan Indoposco, sudah ketiga kalinya Kejati absen di sidang praperadilan. Agenda sidang ini seharusnya jawaban tertulis atas bukti perkara yang di mohonkan.

Kuasa Hukum LS, Basuki Utomo menilai ketidakhadiran Kejati selaku pihak termohon merupakan bentuk kurang penghargaan terhadap persidangan.

“Pihak pengadilan sudah melakukan upaya untuk mengikuti sidang hari ini. Tapi ruanya meraka tidak hadir. Kami berpendapat ini adalah bentuk kurang penghargaan terhadap persidangan yang ada yang sudah digelar di PN Serang,” katanya saat ditemui di lokasi, Kamis (15/7/2021).

Basuki tidak paham betul alasan yang menyebabkan Kejati tidak hadir di persidangan untuk yang ketiga kalinya. Kendati, majelis tunggal tetap menjalankan proses persidangan, sesuai aturan berlaku dan tidak ada yang menyimpang satu pun.

“Ini sidang ketiga yang harusnya jawaban permohonan, tapi faktanya meraka tidak hadir. Dan hari ini tadi langsung ke pokok perkara berikutnya pembuktian yang diberikan kepada kami selaku pemohon,” ungkapnya.

Menurutnya, agenda sidang berikutnya akan menghadirkan saksi. Pihaknya mengaku telah mempersiapkan 26 alat bukti untuk membela kliennya.

“Semua pihak kooperatif terhadap jadwal, hukum. Kita orang hukum harus patuh, taat pada hukum, bukan kita yang melanggar hukum itu sendiri,” terangnya.

Terpisah, Kasi Penkum Kejati Banten Ivan Siahaan Herbon menyatakan, bahwa pihaknya sangat menghormati proses persidangan yang berjalan. Namun karena kondisi Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, yang mengharuskan sebagain kerja di rumah.

“Kita menghormati dan menghargai proses persidangan, karena kondisi ppkm dan tim mengajukan surat secara tertulis ke PN Serang untuk menunda perisidangan,” jelasnya saat dihubungi.

Ia mengaku akan membicrakan perkara ini kepada tim penyidik untuk hadir di sidang selanjutnya. Karena sebagian penyidik atau Jaksa yang dikuasakan ada yang terpapar Covid-19. sehingga, ketidakhadiran Kejati di sidang praperadilan bukan tanpa alasan.

“Kita akan bicarakan kepada tim penyidik, tim Jaksa yang dikuasakan untuk hadir di persidangan. Tapi ada beberapa yang tidak terkena covid itu. Kita mengajukan permohonan secara tertulis, karena kita 25 persen yang masuk, ada sebagian Jaksa yang covid,” paparnya. (son)

Sponsored Content
Back to top button