Nusantara

Kejati Segera Limpahkan Perkara Korupsi Bank Sumut Cabang Galang

INDOPOSCO.ID – Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) segera melimpahkan berkas perkara dugaan kasus korupsi pinjaman kredit usaha rakyat di Bank Sumut Kantor Cabang Pembantu Galang.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sumut Sumanggar Siagian membenarkan masalah kasus korupsi itu akan dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Medan.

“Saat ini tim jaksa penuntut umum (JPU) yang dipercaya menangani kasus korupsi yang merugikan keuangan negara itu, sedang menyusun dakwaan,” ucap mantan Kasi Pidum Kejari Binjai itu seperti dikutip Antara, Sabtu (31/7/2021).

Sebelumnya, Kejati Sumut menyita aset milik tersangka SL (43) dalam kasus dugaan korupsi pinjaman kredit usaha rakyat di Bank Sumut KCP Galang. Penyitaan itu dilakukan penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sumut, Rabu (7/7), sekitar pukul 12.00 WIB.

Terdapat sebanyak 15 aset milik tersangka yang disita berupa barang tidak bergerak seperti ladang sawit, tanah, serta bangunan yang berlokasi di Desa Pulau Tagor, Desa Karang Tengah, Kecamatan Serba Jadi, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumut.

Tim Pidana Khusus Kejati Sumut menahan 2 orang tersangka dalam dugaan korupsi pinjaman kredit usaha rakyat sebesar Rp 31.692.690.986 tahun 2013-2014 di Bank Sumut KCP Galang. Kedua tersangka itu adalah R (40) mantan Wakil Pimpinan Bank Sumut KCP Galang, serta SL (43) debitur Bank Sumut KCP Galang. Sejak tahun 2013, SL memanfaatkan sarana perkreditan Bank Sumut mengajukan pinjaman kredit usaha rakyat (KUR), Kredit Pemilikan Property Sumut Sejahtera (KPP SS) serta Kredit Angsuran Lainnya (KAL).

Setelah itu, Rabu (21/7), Kejati Sumut kembali melakukan penahanan tersangka LG (61) mantan Pimpinan Bank Sumut KCP Galang karena melakukan tindak pidana korupsi.

Sejak tahun 2014, kredit yang diajukan SL dan kawan-kawan mulai bermasalah serta untuk menutupi cicilan kredit di Bank Sumut. Kemudian SL bekerjasama dengan LG serta R (Pimpinan dan Wakil Pimpinan Bank Sumut KCP Galang) kembali mengajukan kredit dengan tetap menggunakan (meminjam) nama-nama orang lain.

Pencairan dana di Bank Sumut tidak sesuai ketentuan pemberian kredit yang ditetapkan serta dikategorikan sebagai tindakan melawan hukum yang dapat merugikan keuangan negara. Sejak tahun 2013 sampai 2015, SL memperoleh sekitar 127 perjanjian kredit dengan total sekitar Rp 35.775.000.000 yang saat ini dalam kondisi macet total sekitar Rp 31.692.690.986. (mg2/wib)

Sponsored Content
Back to top button