Nusantara

Kejati Banten Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pemotongan Dana Hibah Ponpes

INDOPOSCO.ID – Satu tersangka atas dugaan pemotongan dana hibah Pondok Pesantren (Ponpes) ditetapkan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten. Saat ini, tersangka ditihan di rutan Serang.

Tersangka ES yang merupakan warga Pandeglang ditetapkan tersangka setelah penyidik memiliki dua alt bukti yang cukup. Pihak swasta itu diduga melakukan pemotongan dana hibah setelah Rp15 juta hingga Rp20 juta per-Ponpes.

“Jumlahnya bervariasi. Bahkan ada Ponpes yang mengaku mendapatkan dana yang di luar seharusnya dapat. Misalnya saya menerima bantuan dan saya berikan lagi. Bervariasi ada Rp20 juta, Rp15 juta. Bantuan Ponpes kan ada Rp40 juta jadi setengahnya. Awalnya ingin perencanaan bangun Ponpes nggak terlaksana karena disunat,” kata Kepala Kejati Banten Asep Nana Mulyana, Jumat (16/4/2021).

Asep menjelaskan, bantuan hibah itu dipotong setelah dananya cair melalui rekening Ponpes. Kemudian, ES meminta jatah kepada pihak Ponpes yang menerima. Jumalh kerugian negara dan Ponpes yang sudah disunat masih dalam penegmbangan.

“Perannya memotong, kami tidak akan menyebutkan jabatan yang bersangkutan, tapi memang mengakui dengan alat bukti yang cukup memotong,” jelasnya.

Untuk sementara, kasus yang sedang di dalami pemotongan dana hibah Ponpes bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bantan tahun anggaran 2020 sebesar Rp171 miliar.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button