Headline

Kejagung Tetapkan Tiga Tersangka Baru Kasus Asabri

INDOPOSCO.ID – Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung RI menetapkan tiga tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT Asabri (Persero) periode 2012—2019.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung RI Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam penjelasan tertulisnya mengatakan 3 tersangka baru itu berinisial ESS nama lain THS, B, dan RARL.

Tersanka ESS mengacu pada Edward Seky Soeryadjaya nama lain THS selaku wiraswasta mantan Direktur Ortos Holding Ltd. Inisial B merujuk kepada Bety Halim selaku mantan Komisaris Utama PT Energi Millenium Sekuritas yang tadinya bernama PT Milenium Danatama Sekuritas. Selanjutnya, tersangka RARL mengacu kepada Rennier Abdul Rachman Latief selaku Komisaris PT Sekawan Inti Pratama.

Ketiga tersangka ini sudah ditahan dan menjadi terdakwa dalam perkara yang lain dan telah dilakukan penahanan di lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan negara. “Tiga orang tersangka ini telah dilakukan penahanan dalam perkara lainnya,” ujar Leonard seperti dikutip Antara, Selasa (14/9/2021).

Diterangkan kalau tersangka ESS alias THS berstatus tahanan kasus Dana Pensiun Pertamina. Pada saat ini yang bersangkutan ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Salemba Jakarta Pusat. Tersangka B, berstatus tahanan kasus Dana Pensiun Pertamina yang saat ini mendekam di dalam Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A, Tangerang.

Sedangkan itu, tersangka RARL berstatus terdakwa perkara Danareksa, saat ini ditahan di Rumah Tahanan Negara Salemba Cabang Kejaksaan Agung.

Ketiga tersangka diancam pidana dengan Pasal 2 Ayat (1) juncto Pasal 18 UU Pemberantasan Tipikor jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP subsider Pasal 3 jo. Pasal 18 UU Pemberantasan Tipikor jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) mengatakan 15 orang telah menerima kekayaan dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT Asuransi Sosial Bersenjata Republik (Asabri). 8 di antaranya merupakan terdakwa perkara yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 22,78 triliun, seorang merupakan tersangka yang penuntutannya dihentikan karena meninggal dunia, sedangkan 6 orang lainnya yang belum dijadikan tersangka.

Keenam orang tersebut, yakni Danny Boestami, Gustipar Pinayungan, Edwar Seky Soeryadjaya, Betty Halim, Lim Angie Christina, dan Rennier Abdul Rahman Latief. Kini tiga dari enam orang tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara mega korupsi Asabri.

Setelah pelimpahan berkas sembilan tersangka Asabri ke jaksa penuntut, dilakukan persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (26/8), penyidik Jampidsus Kejaksaan Agung RI menetapkan satu tersangka baru bernama Teddy Tjokrosaputro.

Selain tersangka perorangan, penyidik Kejaksaan Agung juga menetapkan 10 manajer investasi sebagai tersangka korporasi dalam perkara Asabri. Kesepuluh tersangka manajer investasi tersebut, yakni PT IIM, PT MCM, PT PAAM, PT RAM, PT VAM, PT ARK, PT. OMI, PT MAM, PT AAM, dan PT CC. (mg4/wib)

Sponsored Content
Back to top button