Nasional

Kejagung Periksa 3 Saksi Soal Kasus Korupsi Asabri

INDOPOSCO.ID – Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jam Pidsus) Kejaksaan Agung memeriksa tiga orang saksi terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi PT. Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri).

Kepala Pusat Penerangan Hukum Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan, ketiga saksi tersebut ialah bernisial FP selaku Direktur Utama PT. Recapital Asset Management.

Saksi kedua, bernisial FB selaku Mantan Fund Manager PT. Kharisma Asset Management (Februari 2010 hingga Juni 2016) dan Mantan Direktur PT. Pool Advista Aset Manajemen (Juni 2016 hingga Maret 2020. Serta saksi, TS selaku wiraswasta.

“Saksi FP dan FB diperiksa terkait pendalaman Manajer Investasi (MI). TS saksi diperiksa terkait klarifikasi terkait blokir SID,” kata Leonard Eben Ezer dalam keterangannya, Senin (7/6/2021).

Ia menjelaskan pemeriksaan saksi dilakukan memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan tentang suatu perkara pidana yang dia dengar dan dilihat sendiri.

Serta dia alami sendiri guna menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi yang terjadi pada PT. ASABRI. “Pemeriksaan saksi dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan Covid-19,” tandas Leonard.

Terdapat sembilan tersangka dalam perkara dugaan korupsi Asabri. Kesembilan tersangka yaitu, yaitu Jimmy Sutopo selaku Direktur Jakarta Emiten Investor Relation dan Benny Tjokrosaputro selaku Direktur PT Hanson Internasional.

Tersangka lainnya, yaitu mantan Direktur Utama PT Asabri, Adam R Damiri dan Sonny Widjaja. Kemudian, BE selaku Direktur Keuangan PT Asabri periode Oktober 2008-Juni 2014 dan HS selaku Direktur PT Asabri periode 2013-2014 dan 2015-2019.

Ada pula IWS selaku Kadiv Investasi PT Asabri Juli 2012-Januari 2017, Heru Hidayat selaku Direktur PT Trada Alam Minera dan Direktur PT Maxima Integra, dan LP sebagai Direktur Utama PT Prima Jaringan.

Dalam perkara ini, kerugian negara ditaksir mencapai Rp23,73 triliun. Saat ini penyidik Kejaksaan Agung sudah mulai melaksanakan proses klarifikasi penghitungan kerugian keuangan negara bersama auditor dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). (dan)

Sponsored Content
Back to top button