Nasional

Kata Saksi, Fee Mengalir ke Oknum BPK dan Pejabat Kemensos

INDOPOSCO.ID – Mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan bantuan sosial (bansos) sembako Covid-19 Kementerian Sosial (Kemensos) Matheus Joko Santoso mengungkapkan pemberian uang kepada Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Achsanul Qosasi dan para pejabat Kementerian Sosial yang berasal dari “fee” pengadaan bansos Covid-19.

“Ada yang diberikan ke Achsanul Qosasi, saya berikan kepada orangnya beliau namanya Yonda pada Juli 2020 senilai Rp1 miliar dalam bentuk dolar AS,” kata Joko di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (7/6/2021).

Joko menyampaikan hal tersebut saat menjadi saksi untuk terdakwa mantan Mensos Juliari Batubara yang didakwa menerima suap Rp32,482 miliar dari 109 perusahaan penyedia bansos Covid-19. “Achsanul ini setahu saya dari BPK, uang yang saya berikan saya ambil dari uang pengumpulan ‘fee’ operasional,” tambah Joko.

Joko mengaku menyerahkan uang itu karena diminta Kabiro Umum Kemensos saat itu Adi Wahyono. “Saya diminta Pak Adi untuk menyerahkan langsung ke Yonda,” ungkap Joko.

Selain itu Joko juga masih menyerahkan uang Rp1 miliar pada September 2020 juga untuk BPK yang diberikan melalui Adi Wahyono. “Lalu ada untuk Hary Yusnanta Rp250 juta, dia adalah LO (liaison officer) Kemensos dengan tim audit BPK,” tambah Joko dilansir Antara.

Joko juga mengaku menyerahkan uang ke Sekjen Kemensos Hartono Laras sebesar Rp200 juta. “Lalu ke Hartono Laras, Sekjen Kemensos melalui Adi Wahyono pada Juli dan Agustus secara bertahap Rp50 juta selama 4 kali,” ungkap Joko.

Joko masih memberikan Rp1 miliar dalam bentuk dolar Singapura pada Juli 2020 kepada Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Pepen Nazaruddin. “Kemudian pada Adi Wahyono pada Juli 2020 senilai Rp1 miliar juga dolar Singapura,” ujar Joko.

Pihak lain yang menerima “fee” bansos adalah Kabiro Kepegawaian Kemensos bernama Amin Raharjo Kabiro yang diberikan melalui Adi Wahyono pada Juli 2020 sejumlah Rp150 juta dalam 2 kali pemberian yaitu Rp100 juta dan Rp50 juta. “Kemudian tim administrasi, Robin, Iskandar, Rizki, Firman, Yoki Rp125 juta, secara bertahap,” kata Joko.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button