Nusantara

Kasus Hibah Ponpes, MAKI: Gunakan Pasal Pencucian Uang

INDOPOSCO.ID – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten saat ini sedang menangani kasus dugaan korupsi dana hibah untuk pondok pesantren (Ponpes) pada tahun anggaran 2018 senilai Rp66,280 miliar dan tahun anggaran 2020 sebesar Rp117,780 miliar.

Penyidik Kejati Banten telah menetapkan lima orang tersangka dalam kasus tersebut yakni ES selaku pimpinan Ponpes Attohiriyah Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang; AS selaku pengurus Ponpes di Pandeglang dan AG sebagai pegawai honorer pada Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.

Selain itu, mantan Kepala Biro Kesra Pemprov Banten Irvan Santoso (IS) dan Toton Suriawinata (TS) sebagai mantan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Kesra Banten selaku Ketua Tim Evaluasi Hibah Ponpes tahun 2018 dan 2020.

Para tersangka ini diduga melakukan pemotongan dana hibah Ponpes baik pada tahun anggaran 2018 maupun pada tahun anggaran 2020. Pemotongan yang dilakukan bervariasi antara Rp 15 juta hingga Rp 20 juta per Ponpes.

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman, kepada INDOPOSCO.ID, Rabu (2/6/2021) mengatakan, pihaknya pada prinsipnya mendukung secara penuh langkah yang telah diambil oleh Kejati Banten dalam menangani kasus korupsi yang ada dalam hal ini kasus korupsi hibah Ponpes.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button