Nusantara

Kasus Covid-19 Kudus Bikin Panik, Ganjar Berkelakar Seperti Guru BP

INDOPOSCO.ID – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melaporkan, kenaikan kasus Covid-19 di Kabupaten Kudus selain kurang antisipasi, terjadi karena prediksi tahun lalu yang tidak dicermati dengan baik sehingga menimbulkan kepanikan.

“Kaget gitu ya. Dia tidak prediksi, dia tidak antisipasi, lalu berikutnya panik,” kata Ganjar dalam rapat koordinasi penanganan Covid-19, Kamis (3/6/2021).

Padahal pihaknya berulangkali meminta agar Pemerintah Kabupaten/Kota, yang mengalami kenaikan angka kasus dapat segera mengambil langkah konsolidasi dan menghindari pemahaman seolah dapat melakukan penanganan sendiri.

Sebab, penanganan Covid-19 tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja melainkan harus melibatkan berbagai komponen.

Untuk urusan ini, bahkan Ganjar berkelakar bahwa dirinya sudah seperti Guru Bimbingan Penyuluhan atau Bimbingan Konseling (BP/BK) yang tugasnya memperingatkan atau membimbing siswa nakal atau kurang patuh terhadap peraturan di sekolah.

“Jadi ini saya sudah seperti guru BP/BK. Ada anak-anak nakal, kumpul lalu njeweri siji-siji (menjewer satu-satu),” kelakar Ganjar.

Berdasar catatan tahun lalu, yang terjadi di Jawa Tengah persis seperti terjadi pada 2020 bahwa peningkatan kasus aktif pascalibur panjang nasional juga menyebabkan naiknya Bed Occupancy Rate (BOR) hingga mencapai 90 persen.

Kabupaten Kudus, Jawa Tengah kembali dinyatakan masuk zona merah penyebaran Covid-19 baru-baru ini setelah libur Idul Fitri 2021.

Data dari tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kudus hingga Senin (31/5/2021), jumlah pasien positif Covid-19 yang dirawat di rumah sakit sebanyak 298 orang dan 972 orang positif Covid-19 menjalani isolasi mandiri. (dan)

Sponsored Content
Back to top button