Headline

Kasus Covid-19 di Jawa-Bali Menyusut

INDOPOSCO.ID – Satuan Tugas Penanganan COVID- 19 mencatat terjadi penyusutan kasus mingguan di Pulau Jawa-Bali sebesar 24 persen.

“Apabila dilihat pada provinsi di Pulau Jawa-Bali yang menerapkan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) tingkat 3 serta 4, terlihat penurunan kasus mingguannya sebesar 24 persen, setelah sebelumnya terjadi peningkatan selama 2 minggu disaat masa PPKM Darurat,” ucap Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers dipantau via daring di Jakarta, Selasa.

Sementara pada provinsi non Jawa- Bali, lanjut dia, masih terjadi sedikit kenaikan kasus yaitu sebesar 3, 6 persen. Namun, kenaikan ini tidak setinggi pada minggu sebelumnya yaitu sebesar 53 persen.

“Kenaikan ini dikontribusikan oleh Kalimantan Timur dengan jumlah kasus sebesar 10.297 kasus, Sumatera Utara 7.528 kasus, Riau 5.999 kasus, NTT 5.904 kasus, serta Sulawesi Selatan 5.010 kasus,” paparnya.

Wiku mengatakan, dari perkembangan kasus itu hingga dapat diambil 3 pembelajaran penting. Pertama, pada prinsipnya PPKM tingkat 1-4 merupakan kebijakan yang dilakukan pemerintah untuk mengendalikan penambahan kasus, semakin efektif pengendalian yang dilakukan maka hasilnya dapat semakin terlihat.

“Meskipun kasus menunjukkan penurunan pada satu 2 minggu terakhir, tentu saja pemerintah tidak bisa terburu- buru melakukan pembukaan, butuh kehati- hatian serta perencanaan yang matang,” ucapnya.

Untuk itu, Wiku menjelaskan, perpanjangan PPKM tetap dilakukan untuk melihat apakah penurunan ini bisa konsisten serta dipertahankan, dan memperbaiki kasus kematian yang masih melonjak.

Untuk pembelajaran kedua, Wiku menyampaikan, koreksi kasus tetap wajib dilakukan selama perpanjangan PPKM ini.

“Untuk gubernur Provinsi Jawa-Bali terus pertahankan penyusutan kasus yang sudah terjadi sepanjang satu minggu, serta jangan sampai bertambah lagi di minggu ini,” ucapnya.

Sedangkan untuk gubernur provinsi non Jawa Bali, Wiku meminta agar tidak lengah dalam menanggulangi kasus COVID- 19, terutama di 5 provinsi yaitu Kalimantan Timur, Sumatera Utara, Riau, NTT, dan Sulawesi Selatan yang menyumbang kenaikan kasus.

“Kita tidak bisa lengah dengan status kebijakan yang diimplementasikan di wilayah masing- masing, aku minta pada seluruh pemerintah daerah untuk memperhatikan status wilayahnya masing- masing. Jangan merasa aman hanya karena tidak berada di tingkat 4. Justru apabila tidak dijaga dengan baik, kasus di wilayah kalian hendak bertambah serta berpotensi masuk ke tingkat 4,” catatan Wiku.

Sedangkan pelajaran ketiga, Wiku menyampaikan, perpanjangan PPKM tingkat 1-4 dengan pembukaan pada beberapa sektor merupakan upaya yang dilakukan pemerintah untuk menyeimbangkan kegiatan ekonomi dengan penanganan kesehatan.

“Pembukaan beberapa sektor yang dilakukan akan terus dievaluasi menyesuaikan dengan perkembangan permasalahan Covid-19. Untuk itu manfaatkan waktu satu minggu ini sebaik mungkin dengan tetap patuh menjalankan aturan kesehatan utamanya pada sektor yang sudah mulai dibuka,” tuturnya. (mg2)

Sponsored Content
Back to top button