Nusantara

Kajari Tunjuk Dua Jaksa Tangani Perkara Pengeroyokan Nakes Lampung

INDOPOSCO.ID – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bandar Lampung, Abdullah Noer Deni mengatakan sudah menunjuk dua orang jaksa untuk menangani kasus pengeroyokan seorang tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di Puskesmas Kedaton, Bandar Lampung.

“Kita sudah menunjuk dua orang jaksa untuk tangani kasus itu,” tuturnya seperti dikutip Antara, Kamis (12/8/2021).

Dia menjelaskan kalau pihaknya akan bekerja profesional dalam menangani kasus tersebut. Jaksa yang ditunjuk akan menangani kasus sesuai kewenangan yang ada di berkas. “Kita sesuai dengan kewenangan yang ada di berkas saja,” tutur dia.

Sebelumnya Polresta Bandar Lampung sudah menetapkan 3 tersangka pelaku pengeroyokan tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas Kedaton, Kota Bandar Lampung.

“Kita sudah gelar perkara serta menetapkan 3 tersangka pelaku penganiayaan seorang nakes di Puskesmas Kedaton, yaitu inisial A, NV, serta DD,” tutur Kepala Satreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Resky Maulana.

Dia mengungkapkan hal itu setelah gelar perkara yang dilakukan penyidik Polresta Bandar Lampung serta berdasarkan alat bukti yang ditemukan seperti video viral di media sosial (medsos) serta barang bukti lainnya, yaitu kacamata dan batu yang tertinggal di lokasi. Semua mengarah kepada 3 pelaku tersebut.

“Barang bukti ini menjadi petunjuk yang sangat mengarah, dimana saat itu ketiganya berada di lokasi kejadian. Untuk barang bukti batu ini, dalam video ditunjukkan ada seseorang yang akan mengambil sesuatu, ternyata ia mengambil batu,” ucapnya.

Dia menjelaskan dalam penganiayaan nakes tersebut, 3 pelaku memiliki peran masing-masing, A serta NV melakukan pemukulan pada korban, sedangkan D memegangi nakes tersebut. Kompol Resky menegaskan kalau ketiga tersangka akan dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang Penganiayaan dengan ancaman 7 tahun pidana penjara. “Saat ini masih kita proses lebih lebih lanjut serta meminta keterangan dari ketiganya,” ujar dia.

Sebelumnya diberitakan seorang nakes di Bandarlampung dianiaya sejumlah orang disaat sedang piket pada Minggu (4/7). Peristiwa bermula ketika pelaku mau meminjam tabung oksigen di Puskesmas Kedaton dengan alasan orang tua sakit di rumah, tetapi tidak diperbolehkan nakes karena mereka tidak membawa pasien ke faskes itu. (mg2/wib)

Sponsored Content
Back to top button