Nusantara

JPMI Minta Para Santri Kawal Kasus Korupsi Hibah Ponpes Banten

INDOPOSCO.ID – Kasus dugaan korupsi dana hibah untuk pondok pesantren pesantren (Ponpes) tahun anggaran 2018 sebesar Rp 66 miliar lebih dan tahun anggaran 2020 sebesar Rp 117 miliar lebih saat ini tengah ditangani Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten.

Penyidik Kejati Banten telah menetapkan lima orang tersangka dalam kasus tersebut. Dua tersangka di antaranya mantan Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Banten Irvan Santoso (IS) dan mantan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Kesra Banten Toton Suriawinata (TS).

Koordinator Jaringan Pemuda dan Mahasiswa Indonesia (JPMI) Deni Iskandar, meminta kepada semua elemen mahasiswa dan santri di Banten, untuk bersama-sama mengawal kasus korupsi dana hibah Ponpes tersebut.

“Jadi persoalan korupsi hibah Ponpes di Banten, harus dikawal oleh semua stakeholder dan semua elemen masyarakat, dari mulai mahasiswa maupun oleh para santri di pondok pesantren,” kata Deni, pada diskusi publik, bertajuk: ‘Banten dalam Pusaran Korupsi,” di Sodong, Pandeglang, Selasa (1/6/2021).

Deni juga meminta agar, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai lembaga independen segera turun tangan mengusut tuntas persoalan korupsi tersebut, yang melibatkan rihuan Ponpes.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button