Nasional

Jenazah Pendeta Yeremia Diautopsi, Komnas HAM: Hasilnya Butuh 2 Bulan

INDOPOSCO.ID – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) berupaya mengungkap kasus kematian Pendeta Yeremia Zanambani. Jenazahnya saat ini sedang diautopsi di forensik dari Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar dan Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Kepolisian Daerah (Polda) Papua.

Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM M Choirul Anam mengatakan, hasil autopsi Pendeta Yeremia membutuhkan waktu satu ampai dua bulan. Hal itu dilakukan guna menegakan hukum di Papua secara transparan demi sebuah keadilan.

Terlebih pada temuan Komnas HAM yang diungkapkan tujuh bulan lalu, kematian Pendeta Yeremia akibat kehabisan darah karena luka tembak. Ditambah, ada bekas body contak di leher seperti luka tikaman. Sehingga, hal itu perlu diuji.

“Benda yang menempel di tubuh sedang diuji di laboratorium di lab Universitas di Makasar dan Pusdokes Polda Papua. Hasil autopsi membutuhkan waktu satu sampai 2 bulan,” katanya dalam telekonferensi, Ahad (6/6/2021).

Ia menuturkan, proses hukum terkait kasus Pendeta Yeremia akan ditentukan dari hasil autopsi. Peristiwa ini baik dalam mengungkap kasus hukum secara transparan di Papua. Sebab biasanya, jarang sekali kasus serupa di Papua untuk dilakukan autopsi.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button