Nasional

Jaringan Komunikasi di Papua Terganggu, Tanggung Jawab Pelayanan Telkom Dipertanyakan

INDOPOSCO.ID – Jaringan telekomunikasi di Papua masih mengalami gangguan, akibat putusnya Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) ruas Biak-Jayapura yang belum teratasi.

Upaya penanganan dan pemulihan jaringan di wilayah terdampak, pihak PT Telkom tengah menangani masalah jaringan tersebut.

Pengamat Informasi Teknologi Heru Sutadi meminta pihak terkait menyiapkan langkah mitigasi untuk memulihkan jaringan secara perlahan. Di sisi lain, perlu ada percepatan perbaikan jaringan.

“Kalau jaringan putus perlu segera dimitigasi. Dialihkan trafik agar komunikasi berjalan kembali,” kata Heru Sutadi kepada Indoposco.id melalui gawai, Selasa (8/6/2021).,

Selain itu perlu dipikirkan penguatan jaringan ke depan. Serta perkuatan jaringan Palapa Ring, sehingga jika nantinya putus, sistem tetap berjalan.

Proyek infrastruktur telekomunikasi itu berupa pembangunan serat optik di seluruh Indonesia sepanjang 36.000 kilometer. “Konsep Palapa Ring seharusnya seperti itu,” ujar Heru.

SKKL Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS) milik Telkom, yang terbentang di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua ini menjadi bagian Palapa Ring.

Jika mitigasi telah dilakukan seharusnya masyarakat tidak terdampak, hanya saja kecepatan internet berkurang. Namun masih bisa mengakses data internet.

“Percepatan perbaikan perlu dilakukan agar kecepatan dan kualitas layanan kembaki seperti sediakala,” cetus Heru.

Pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah menyatakan, bahwa pihak perusahaan operator tetap harus memberikan pelayanan ke masyarakat. Karena aktivitas data internet tak bisa diakses.

“Telkom harus tetap berikan pelayanannya. Kalau tidak melayani karena sedang ada perbaikan itu perlu dipertanyakan. Bagaimana itu tanggung jawab Telkom memberikan pelayanan publik?,” kata Trubus.

Sejak Jumat (30/4/2021) malam sekitar pukul 21.31 WIT, jaringan telekomunikasi Telkom grup di Kota Jayapura hilang. Pada Sabtu (1/5/2021) dini hari, jaringan telkomunikasi Telkom Grup mulai aktif kembali, namun dengan kualitas sangat rendah.

Total trafik yang terdampak dari normal sistem komunikasi di seluruh Papua sekitar 154 Gbps dari total traffic di Papua sebesar 464 Gbps, atau yang terdampak hanya sepertiga dari total traffic.

Direktur Utama Telkom Indonesia Ririek Adriansyah menjelaskan kendala teknis terputusnya kabel laut ruas Biak-Jayapura. Pihaknya telah menyediakan backup secara bertahap mengatasi masalah tersebut.

“Sebenarnya backup kita sediakan bertahap, karena yang namanya satelit kapasitasnya tidak sebesar fiber optik, sehingga tidak mungkin backup-nya ini menggunakan satelit dan microwave bisa sebesar yang aslinya, 154 (Gbps) tadi,” ujar Ririek di Jakarta, Senin (7/6/2021).

Backup yang telah disiapkan itu masih untuk mengaktifkan layanan voice (suara) yang langsung tercover pada tanggal 30 April lalu sekitar pukul 22.30 WIB.

“Selanjutnya, kita upaya menambah kapasitas backup dengan mengaktifkan lagi di satelit maupun di microwave dan juga ada fiber optik,” tandas Ririek. (dan)

Sponsored Content
Back to top button