Nasional

Jaga Mutu, Persi Minta Telekonsultasi Dikontrol Berkala

INDOPOSCO.ID – Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) pada layanan telekonsultasi berbasis daring harus melakukan kontrol terkait penggunaan obat bagi pasien.

Pernyataan tersebut diungkapkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perhimpunan Rumah Sakit (RS) Indonesia (Persi) Lia Partakusuma dalam acara daring, Minggu (12/7/2021).

Ia mengatakan, tidak semua pasien pada layanan telekonsultasi memerlukan obat antivirus. “Setelah keluar hasil laboratorium pemerintah, pasien bisa memilih salah satu platform. Kemudian dari layanan kesehatan atau rumah sakit akan mengeluarkan obat sesuai resep dari dokter pada telekonsultasi. Kan tidak semua pasien membutuhkan antivirus. Jadi ini harus ada kontrol,” terangnya.

Menurut dia, pasien pada layanan telekonsultasi sebaiknya mendapatkan layanan kesehatan dari Fasyankes terdekat dari tempat tinggal pasien. Hal ini untuk mengantisipasi munculnya gejala-gejala pada pasien.

“Jadi orang yang konsultasi harus tahu tempat bekerja dokter, jadi saat ada gejala atau efek samping mudah untuk menanyakan,” ucapnya.

Ia menyebut, kontrol idealnya dilakukan oleh organisasi profesi seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Sementara untuk Fasyankes bisa dilakukan oleh mutu RS.

“Kontrol harus dilakukan secara berkala. Karena mutu layanan kesehatan ada di RS. Jadi mutu harus dijaga meskipun telekonsultasi,” terangnya. (nas)

Sponsored Content
Back to top button