Nasional

Jaga Keamanan Anak Beraktivitas di Ruang Digital dengan Bimbingan Orang Tua

INDOPOSCO.ID – Presiden Joko Widodo beserta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) telah menggaungkan Kebangkitan Nasional Digital di hari Kebangkitan Nasional pada tanggal 20 Mei lalu, sekaligus mencanangkan 4 pilar literasi digital yang mendasari seluruh gerakan nasional literasi digital di Indonesia, yaitu: Digital Skills, Digital Ethics, Digital Safety dan Digital Culture.

Kebangkitan Nasional Digital ini harus menjadi momentum untuk memperbaiki berbagai macam kondisi yang terpuruk di dunia digital, khususnya untuk keselamatan dan keamanan anak bermain di internet dan sosial media.

Berdasarkan hal tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi mengadakan kegiatan Webinar Digital Society dengan tema “Keamanan Anak di Dunia Digital selama Belajar Dari Rumah”, pada Kamis (22/7/2021), untuk membahas mengenai bagaimana langkah konkrit yang dapat dilakukan bersama untuk menjaga keamanan anak di dunia digital.

Sebelum berdialog dengan para narasumber, webinar dibuka dengan Keynote Speech dari Semuel Pangerapan, B.Sc (Dirjen Aptika Kemkominfo) dan Jumeri S.TP., M.Si. (Dirjen PAUD, Dikdas, dan Dikmen Kemdikbudristek).

“Kemampuan literasi digital merupakan kemampuan yang paling krusial dalam menghadapi perkembangan teknologi saat ini, untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang tidak hanya mengenal teknologi, namun juga cermat dalam menggunakannya,” ujar Semuel dalam keynote speech-nya yang menjadi pembuka sesi webinar.

Melanjutkan Semuel, disampaikan juga oleh Jumeri dalam sambutannya bahwa di masa belajar dari rumah ini peran orang tua sangat penting dalam pengawasan dan pendampingan untuk menanamkan rasa tanggung jawab dan kepedulian kepada anak dalam menggunakan gawai dan akses internet.

“Dengan pengawasan dan pendampingan orang tua, kita harapkan anak menjadi lebih peka terhadap segala bentuk kejahatan di media sosial dan terhindar dari resiko-resiko kejahatan di dunia maya,” kata Jumeri.

Webinar dilanjutkan dengan pemaparan dari Nurfitriana, M.A. (Pengembang Teknologi Pembelajaran Ahli Muda Kemendikbudristek) sebagai narasumber pertama, Nurfitriana menyampaikan bahwa Kemendikbudristek telah menyediakan beberapa fasilitas pembelajaran daring, contohnya seperti “Rumah Belajar”, para tenaga pendidik di sini bisa mengakses sumber-sumber belajar yang aman bagi anak, kreatif dan gratis.

Selain itu Kemendikbudristek juga punya aplikasi “seTARA daring” dan juga bantuan kuota internet dengan batasan-batasan keamanan konten yang bisa diakses.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button