Internasional

Macron Tuduh Rusia Propaganda Anti-Prancis di Afrika

Prancis juga dianggap berebut pengaruh dengan Rusia yang dalam beberapa tahun terakhir mengerahkan tentara bayaran Wagner Group di beberapa negara, termasuk di Republik Afrika Tengah (CAR) dan Mali.

Paris terpaksa menarik pasukan di Mali setelah militer negara Afrika itu mengambil alih kekuasaan dalam kudeta tahun 2020. Para pemimpin militer negara Afrika tersebut kemudian mengundang Wagner untuk membantu pertempuran selama satu dekade melawan kelompok militan Islam dan memutuskan hubungan dengan Prancis.

Rusia mengatakan Wagner tidak mewakili negara Rusia atau dibayar oleh mereka. Tetapi Uni Eropa telah menjatuhkan sanksi pada Wagner, menuduhnya melakukan operasi rahasia atas nama Pemerintah Rusia.

Tahun lalu, sebuah laporan PBB mengatakan instruktur militer Rusia dan pasukan lokal di Republik Afrika Tengah telah menargetkan warga sipil dengan kekuatan berlebihan, pembunuhan tanpa pandang bulu, pendudukan sekolah dan penjarahan besar-besaran.

Kremlin mengatakan adalah sebuah kebohongan bahwa instruktur Rusia telah mengambil bagian dalam pembunuhan atau perampokan di negara kaya emas dan berlian berpenduduk 4,7 juta orang itu.

Pada Minggu, Macron mengatakan perilaku Rusia adalah ibarat “predator”.

“Anda hanya perlu melihat apa yang terjadi di Republik Afrika Tengah atau di tempat lain untuk melihat proyek Rusia yang sedang berlangsung di sana, ketika Prancis disingkirkan, itu adalah proyek predator,” kata Macron dilansir Antara.

“Itu dilakukan dengan keterlibatan junta militer Rusia,” katanya menambahkan. (aro)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button