Internasional

PM Jepang-Presiden Jerman Sepakati Kerjasama Erat Bantu Ukraina

Pada Selasa (1/11), Kishida dan Steinmeier berjanji untuk bekerja sama menuju keberhasilan konferensi tingkat tinggi (KTT) G7 di Hiroshima pada 2023.

Kishida dan Steinmeier juga membahas kerja sama untuk menuju realisasi Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka, yakni sebuah visi yang dipromosikan oleh Jepang dan Amerika Serikat dalam suatu perlawanan terselubung terhadap kekuatan militer China yang tumbuh di kawasan Asia-Pasifik.

Tokyo dan Berlin telah berpandangan sama bahwa keamanan Eropa tidak dapat dipisahkan dari Asia.

Kishida menjadi perdana menteri Jepang pertama yang berpartisipasi dalam pertemuan tingkat tinggi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) pada Juni lalu.

Pada Kamis (3/11), pemerintah Jepang dan Jerman akan mengadakan pembicaraan keamanan “two-plus-two” di sela-sela pertemuan menteri luar negeri G7 yang dijadwalkan selama dua hari hingga Jumat (4/11) di kota Munster, Jerman barat.

Kunjungan Steinmeier ke Jepang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari mulai Selasa. Steinmeier melakukan perjalanan resmi pertamanya ke negara Asia sejak Oktober 2019 saat dia menghadiri upacara penobatan Kaisar Naruhito di Tokyo.

Steinmeier dua kali menjabat sebagai menteri luar negeri Jerman di bawah pemerintahan mantan Kanselir Jerman Angela Merkel. Dia adalah mitra Jerman untuk Kishida, yang merupakan menteri luar negeri Jepang dari 2012 hingga 2017.

Presiden Jerman ditetapkan sebagai kepala negara oleh undang-undang, tetapi secara efektif hanya memiliki peran seremonial tanpa kekuatan politik. Kanselir lah yang menjadi pemimpin politik di Jerman.(mg2)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button