Internasional

Indonesia-Rusia Sepakat Tingkatkan Hubungan Bilateral

Pada pemungutan suara di Majelis Umum PBB pada 7 April 2022 mengenai pembekuan Rusia dari keanggotaan Dewan HAM, kata Bambang, delegasi Indonesia memutuskan abstain. Pertimbangannya, Majelis Umum PBB perlu bersikap hati-hati dan tidak mencabut hak sah anggotanya sebelum memiliki seluruh fakta yang ada.

“Majelis Umum PBB tidak boleh menciptakan preseden negatif yang dapat menjatuhkan kredibilitasnya sebagai badan yang terhormat,” katanya.

Penyelesaian ketegangan Rusia dan Ukraina memerlukan dukungan dari negara-negara barat, Eropa, bahkan Asia. Berbagai negara di dunia lainnya juga harus turut membantu dan mendorong penyelesaian ketegangan kedua negara, termasuk mewaspadai jangan sampai ada pihak-pihak yang memperkeruh situasi.

Berbagai proses menuju perdamaian sebenarnya juga telah dilakukan, salah satunya ialah Turki berperan lima kali menjadi tuan rumah perundingan pertemuan Rusia dan Ukraina.

Bahkan, Rusia dan Ukraina menandatangani perjanjian terpisah dengan Turki dan PBB untuk membuka jalan bagi Ukraina yang merupakan salah satu lumbung pangan utama dunia agar mengekspor 22 juta ton biji-bijian serta barang pertanian lainnya.

Bambang mengatakan hubungan bilateral antara Rusia dengan Indonesia telah terjalin baik sejak 1956. Rusia menjadi salah satu mitra penting bagi Indonesia. Selain itu, nilai investasi langsung Rusia di Indonesia pada 2020 tercatat sebesar US dolar 4,6 juta dengan 202 proyek yang sebagian besar di sektor industri kimia dan farmasi. (bro)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button