• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Zelenskyy Minta PBB Adili Rusia atas Kejahatan Perang di Ukraina

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Rabu, 6 April 2022 - 14:54
in Internasional
zelensky

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy terlihat dikelilingi oleh prajurit Ukraina, di tengah invasi Rusia ke Ukraina, di Bucha, di luar Kiev, Ukraina, 4 April 2022. (ANTARA/Reuters/Marko Djurica/as)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Presiden Ukraina Volodymyr Zelenksyy mengatakan kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK-PBB) bahwa Rusia harus diadili atas dugaan melakukan kejahatan perang.

Sementara itu, negara-negara Barat mempersiapkan serangkaian sanksi tambahan untuk dijatuhkan pada Rusia, termasuk dengan memberlakukan larangan melakukan investasi baru di negara itu.

BacaJuga:

Pasca-Kebuntuan di Islamabad, Ancaman Blokade Trump Picu Ketegangan Global

Paus Leo XIV Serukan Akhiri Serangan AS-Israel ke Iran: “Cukup Pamer Kekuatan, Saatnya Damai!”

Kian Memanas, Trump Ancam Blokir Kapal yang Bayar ke Iran dan Siap Bersihkan Ranjau di Selat Hormuz

Zelenskyy mempertanyakan kegunaan DK-PBB, yang belum bisa mengambil tindakan apa pun atas invasi Rusia pada 24 Februari ke Ukraina.

Di dewan tersebut, Rusia memiliki veto (hak membatalkan). Empat negara lain punya hak yang sama dengan Rusia, yaitu Amerika Serikat, Prancis, Inggris, dan China.

“Kita berhadapan dengan sebuah negara yang menggunakan veto di Dewan Keamanan menjadi hak untuk (menyebabkan) kematian,” kata Zelenskyy, Selasa (5/4)

“Rusia ingin menjadikan Ukraina sebagai budak bisu,” ujarnya.

Ia berbicara kepada DK-PBB melalui siaran langsung video dari ibu kota Ukraina, Kiev. Pada kesempatan itu, Zelenskyy juga meminta agar reformasi dilakukan terhadap badan dunia tersebut.

Saat menanggapi pernyataan Zelenskyy, Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia mengatakan kepada DK-PBB bahwa pasukan Rusia tidak membidik kalangan sipil.

Nebenzia menyebut tuduhan bahwa Moskow melakukan kekerasan sebagai kebohongan.

Pemerintah Rusia di Moskow sebelumnya mengatakan bahwa serangkaian kematian di Bucha, Ukraina, merupakan “pemalsuan mengerikan” yang dilakukan Barat untuk menyudutkan Rusia.

Saat invasi Rusia ke Ukraina memasuki pekan keenam, Amerika Serikat dan negara-negara sekutunya pada Rabu akan kembali mengambil tindakan untuk semakin mengucilkan ekonomi Rusia.

Mereka antara lain akan memperketat pembatasan pada lembaga-lembaga keuangan serta perusahaan milik negara Rusia, juga menargetkan kalangan pejabat pemerintah beserta keluarga mereka, menurut seorang sumber yang tahu rencana tersebut.

Usulan yang diajukan pimpinan Uni Eropa menyangkut peningkatan sanksi tersebut akan termasuk larangan impor batu bara dari Rusia.

Peningkatan sanksi itu merupakan tindakan Barat atas penemuan jasad warga sipil, yang ditembaki dari jarak dekat di Bucha, kota di Ukraina bagian utara yang direbut kembali dari pasukan Rusia.

Sekitar 150 hingga 300 jenazah kemungkinan akan dimakamkan secara massal melalui pengaturan oleh sebuah gereja di Bucha, kata anggota penyelidik HAM Ukraina, Lyudmyla Denisova, Selasa. (bro)

Tags: Konflik Rusia-UkrainapbbRusiaVolodymyr Zelenskyy

Berita Terkait.

Trump
Internasional

Pasca-Kebuntuan di Islamabad, Ancaman Blokade Trump Picu Ketegangan Global

Senin, 13 April 2026 - 11:22
Paus Leo XIV Serukan Akhiri Serangan AS-Israel ke Iran: “Cukup Pamer Kekuatan, Saatnya Damai!”
Internasional

Paus Leo XIV Serukan Akhiri Serangan AS-Israel ke Iran: “Cukup Pamer Kekuatan, Saatnya Damai!”

Senin, 13 April 2026 - 03:14
Kian Memanas, Trump Ancam Blokir Kapal yang Bayar ke Iran dan Siap Bersihkan Ranjau di Selat Hormuz
Internasional

Kian Memanas, Trump Ancam Blokir Kapal yang Bayar ke Iran dan Siap Bersihkan Ranjau di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 - 00:37
trump
Internasional

Trump Klaim AS Mulai Operasi Pembersihan Ranjau di Selat Hormuz

Minggu, 12 April 2026 - 02:20
iran
Internasional

Iran Tegaskan Tak Akan Korbankan Kedaulatan dalam Negosiasi dengan AS

Sabtu, 11 April 2026 - 22:02
Trump Sesumbar Mampu Buka Blokade Selat Hormuz
Internasional

Trump Sesumbar Mampu Buka Blokade Selat Hormuz

Sabtu, 11 April 2026 - 16:06

BERITA POPULER

  • Pegawai-Kementan

    ASN Kementan Sulap Lahan Marginal Perumahan Jadi Sumber Pangan Keluarga

    2493 shares
    Share 997 Tweet 623
  • Gelar Halalbihalal, Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah Satukan 1.108 Anak Cicit

    877 shares
    Share 351 Tweet 219
  • Bea Cukai Bangun Sinergi Pengawasan Lintas Instansi di Makassar dan Banda Aceh

    843 shares
    Share 337 Tweet 211
  • Persis vs Semen Padang: Duel Membara di Zona Bawah

    795 shares
    Share 318 Tweet 199
  • Hadiri Acara Halalbihalal Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah, Begini Pesan HNW 

    748 shares
    Share 299 Tweet 187
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.