• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Pengaruh Rusia Kuat, Sebab Negara Pemasok Minyak dan Gas Alam Dunia

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Sabtu, 26 Februari 2022 - 21:26
in Internasional
Konflik Ukraina

Konflik di Ukraina

Share on FacebookShare on Twitter

BacaJuga:

AS dan Iran Sepakat Damai, Tandatangani Perjanjian Pekan Ini

Qatar Sambut Kemajuan Mediasi Pakistan, Perjanjian Damai AS-Iran Kian Dekati Kenyataan

Pakistan Bocorkan Sinyal Damai AS-Iran: Tinggal Teken Secara Digital

INDOPOS.CO.ID – Komisaris PT PLN Eko Sulistyo menuturkan, Rusia selama ini dikenal sebagai negara nomer tiga penghasil minyak di dunia, dengan produksi 10.825.000 barel per hari.
Sementara, menurut laporan “BP Statistical Review of World Energy” (2021), Rusia juga memiliki cadangan gas alam sebesar 37,4 triliun meter kubik atau setara dengan 19,9 persen dari total di dunia. Cadangan gas alam dunia mencapai 188,1 triliun meter kubik pada 2020.
“Rusia mengekspor lebih lebih 35 persen produksinya, dan sekitar 70 persen dikirimkan ke Eropa melalui pipa, yang sebagian besar melewati Ukraina melalui tiga arteri utama,” kata Eko Sulistyo di Jakarta, Sabtu (26/2/2022).
Baca Juga : Rusia Tak Butuh Hubungan Diplomatik dengan Barat
Dikatakan dia, yang terbesar adalah Nord Stream 1, dengan kapasitas 55 miliar kubik per tahun. Sementara proyek pipa gas Nord Stream 2 senilai US $ 10 miliar, yang akan mentransfer gas alam Rusia ke Jerman, telah selesai pembangunannya pada 2021, meski belum beroperasi.
“Lebih dari setengah gas alam Jerman telah dipasok oleh Rusia. Selain itu Rusia juga memasok lebih dari setengah impor batubara Jerman,” katanya.
“Karena itu, sikap dan komitmen Jerman dalam konflik Rusia-Ukraina ini tidak begitu kentara,” imbuhnya.
Ia mengatakan, Presiden AS Joe Biden telah berjanji untuk menutup proyek pipa, jika invasi terjadi. Karena dianggap hanya memperluas pengaruh Rusia di kawasan Eropa.
“Dunia menunggu janji Binden dan negara-negara Barat untuk menjatuhkan sanksi hukuman kepada Rusia,” ungkapnya.
“Termasuk pengiriman tentara yang akan melindungi wilayah Eropa dan negara-negara bekas Uni Soviet yang kini menjadi anggota NATO,” imbuhnya.
Karena di satu pihak, dikatakan dia, Putin juga telah menegaskan untuk menghadapi setiap negara manapun yang turut campur dalam konflik tersebut. Dalam mengantisipasi sanksi AS dan sekutunya, Rusia telah mengalihkan sebagian pasokan minyak dan gas alamnya ke China yang membutuhkan.
“Secara gelagat politik, China selama ini telah menunjukkan sikap lebih bersahabat dengan Rusia. Dalam pertemuan para Menteri Keuangan Kelompok Negara 20 atau G-20 di Jakarta, beberapa waktu lalu, China telah membatu Rusia menekan keluarnya komunike yang akan menghukum Rusia soal ketegangan di Ukraina,” terangnya.
“Selain kerjasama ekonomi, China memiliki kepentingan geopolitik yang membutuhkan bantuan Rusia di wilayah Indo Pasifik yang juga bisa memanas setiap saat,” imbuhnya.
Dengan konfigurasi semacam itu, dikatakan dia, peluang terjadinya perang lebih besar bisa terjadi jika ada negara lain ikut campur tangan dalam invasi Rusia tersebut. Apalagi dua kali perang dunia, diawali dari wilayah Eropa, dan melibatkan sebagian besar negara-negara di Eropa.(nas)
Tags: Eko SulistyoGas Alam DuniaKomisaris PT PLNminyakRusia

Berita Terkait.

Shehbaz-Sharif
Internasional

AS dan Iran Sepakat Damai, Tandatangani Perjanjian Pekan Ini

Senin, 15 Juni 2026 - 11:29
Qatar Sambut Kemajuan Mediasi Pakistan, Perjanjian Damai AS-Iran Kian Dekati Kenyataan
Internasional

Qatar Sambut Kemajuan Mediasi Pakistan, Perjanjian Damai AS-Iran Kian Dekati Kenyataan

Minggu, 14 Juni 2026 - 13:05
Pakistan Bocorkan Sinyal Damai AS-Iran: Tinggal Teken Secara Digital
Internasional

Pakistan Bocorkan Sinyal Damai AS-Iran: Tinggal Teken Secara Digital

Sabtu, 13 Juni 2026 - 23:31
Korban Tewas Gempa M 7,8 di Filipina Naik Jadi 61 Orang, Puluhan Orang Masih Hilang dan Ribuan Rumah Hancur
Internasional

Korban Tewas Gempa M 7,8 di Filipina Naik Jadi 61 Orang, Puluhan Orang Masih Hilang dan Ribuan Rumah Hancur

Sabtu, 13 Juni 2026 - 17:01
aidi
Internasional

BKSAP DPR Dorong Kolaborasi Pemuda Muslim Dunia Lewat IMYF 2026 di Tengah Tekanan Global

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:41
Esmail-Baghaei
Internasional

Iran Bantah Klaim Trump Soal Kesepakatan Damai di Timur Tengah

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:05

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    6607 shares
    Share 2643 Tweet 1652
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1717 shares
    Share 687 Tweet 429
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    1026 shares
    Share 410 Tweet 257
  • Peringatan Dini BMKG, Jakarta Diguyur Hujan Merata Hari Ini

    966 shares
    Share 386 Tweet 242
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    907 shares
    Share 363 Tweet 227
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.