Internasional

Pengaruh Rusia Kuat, Sebab Negara Pemasok Minyak dan Gas Alam Dunia

INDOPOS.CO.ID – Komisaris PT PLN Eko Sulistyo menuturkan, Rusia selama ini dikenal sebagai negara nomer tiga penghasil minyak di dunia, dengan produksi 10.825.000 barel per hari.
Sementara, menurut laporan “BP Statistical Review of World Energy” (2021), Rusia juga memiliki cadangan gas alam sebesar 37,4 triliun meter kubik atau setara dengan 19,9 persen dari total di dunia. Cadangan gas alam dunia mencapai 188,1 triliun meter kubik pada 2020.
Rusia mengekspor lebih lebih 35 persen produksinya, dan sekitar 70 persen dikirimkan ke Eropa melalui pipa, yang sebagian besar melewati Ukraina melalui tiga arteri utama,” kata Eko Sulistyo di Jakarta, Sabtu (26/2/2022).
Dikatakan dia, yang terbesar adalah Nord Stream 1, dengan kapasitas 55 miliar kubik per tahun. Sementara proyek pipa gas Nord Stream 2 senilai US $ 10 miliar, yang akan mentransfer gas alam Rusia ke Jerman, telah selesai pembangunannya pada 2021, meski belum beroperasi.
“Lebih dari setengah gas alam Jerman telah dipasok oleh Rusia. Selain itu Rusia juga memasok lebih dari setengah impor batubara Jerman,” katanya.
“Karena itu, sikap dan komitmen Jerman dalam konflik Rusia-Ukraina ini tidak begitu kentara,” imbuhnya.
Ia mengatakan, Presiden AS Joe Biden telah berjanji untuk menutup proyek pipa, jika invasi terjadi. Karena dianggap hanya memperluas pengaruh Rusia di kawasan Eropa.
“Dunia menunggu janji Binden dan negara-negara Barat untuk menjatuhkan sanksi hukuman kepada Rusia,” ungkapnya.
“Termasuk pengiriman tentara yang akan melindungi wilayah Eropa dan negara-negara bekas Uni Soviet yang kini menjadi anggota NATO,” imbuhnya.
Karena di satu pihak, dikatakan dia, Putin juga telah menegaskan untuk menghadapi setiap negara manapun yang turut campur dalam konflik tersebut. Dalam mengantisipasi sanksi AS dan sekutunya, Rusia telah mengalihkan sebagian pasokan minyak dan gas alamnya ke China yang membutuhkan.
“Secara gelagat politik, China selama ini telah menunjukkan sikap lebih bersahabat dengan Rusia. Dalam pertemuan para Menteri Keuangan Kelompok Negara 20 atau G-20 di Jakarta, beberapa waktu lalu, China telah membatu Rusia menekan keluarnya komunike yang akan menghukum Rusia soal ketegangan di Ukraina,” terangnya.
“Selain kerjasama ekonomi, China memiliki kepentingan geopolitik yang membutuhkan bantuan Rusia di wilayah Indo Pasifik yang juga bisa memanas setiap saat,” imbuhnya.
Dengan konfigurasi semacam itu, dikatakan dia, peluang terjadinya perang lebih besar bisa terjadi jika ada negara lain ikut campur tangan dalam invasi Rusia tersebut. Apalagi dua kali perang dunia, diawali dari wilayah Eropa, dan melibatkan sebagian besar negara-negara di Eropa.(nas)

Sponsored Content
Back to top button