Internasional

Uni Eropa Dukung Pelarangan Pasar Hewan Liar

Tahun lalu, negara- negara di selatan Afrika terdampak oleh pembatasan penerbangan setelah mereka menemukan varian Omicron. Pengalaman itu dikhawatirkan dapat menghalangi pelaporan wabah di masa depan jika insentifnya tidak cukup menarik.

Pejabat EU itu mengatakan insentif dapat mencakup jaminan akses ke obat- obatan dan vaksin yang dikembangkan untuk melawan virus- virus baru, yang sulit diperoleh negara- negara miskin selama pandemi Covid-19 ketika negara-negara kaya berebut mengamankan pasokannya.

Negara- negara yang mendeteksi dan melaporkan sebuah virus baru juga dapat memperoleh dukungan segera, seperti pengiriman peralatan medis dari pasokan global.

Pembicaraan tentang perjanjian itu akan menyertakan delegasi dari enam negara yang mewakili wilayah- wilayah utama, yaitu Jepang, Belanda, Brazil, Afrika Selatan, Mesir dan Thailand, kata pejabat.

Brazil, yang mewakili negara-negara Amerika utara dan selatan, lebih menginginkan perjanjian yang tidak mengikat.

EU, yang diwakili oleh Belanda, ingin mengusulkan kewajiban yang mengikat secara hukum untuk mencegah dan melaporkan wabah virus baru, menurut sebuah dokumen EU yang dilihat oleh Reuters.

Jika kesepakatan tercapai, perjanjian itu diharapkan dapat diteken pada Mei 2024.

Sebagai bagian dari perombakan aturan kesehatan global, negara-negara juga tengah merundingkan penyesuaian dalam Regulasi Kesehatan Internasional, sekumpulan aturan global untuk mencegah penyebaran penyakit menular.

AS ingin memperkuat aturan- aturan itu untuk meningkatkan transparansi dan memberikan akses cepat kepada WHO ke pusat- pusat wabah, kata dua orang sumber yang mengikuti diskusi tersebut. (mg1)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button