Internasional

Akibat Ini, Kelompok Pribumi Brasil Kehilangan Tempat Tinggal

Hujan deras tanpa henti selama dua minggu terakhir mengguyur wilayah pertambangan negara bagian Minas Gerais di Brazil tenggara, menyebabkan bendungan meluap dan membanjiri kota dan jalan. Lebih dari 20 orang telah meninggal.

Pada Januari 2019, sebuah bendungan runtuh di sebuah tambang dekat Brumadinho yang dimiliki oleh penambang raksasa Vale SA, melepaskan semburan lumpur yang menerjang kafetaria penambangan itu dan mengubur rumah-rumah dan pertanian, menewaskan 270 orang.

Tidak ada warga suku Pataxo-Hahahae yang tewas dalam bencana tersebut. Tetapi bermil-mil ke hilir, cara hidup mereka menjadi tidak berkelanjutan di tepi sungai yang tercemar tempat mereka mandi, mencuci pakaian, dan memancing untuk sumber makanan utama mereka.

Desa tersebut memiliki 80 penduduk pada waktu itu. Keberadaan warga itu tercerabut dan mereka pindah ke tempat yang lebih aman 30 meter dari sungai. Sekarang bahkan tempat baru itu berada di bawah air. “Sangat sedih melihat kondisi ini terjadi lagi,” kata Marina Pataxo- Hahahae. (mg2)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button