• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

3 Tewas Tertembak Dalam Demonstrasi Anti Militer di Sudan

Sumber Ginting Editor Sumber Ginting
Jumat, 7 Januari 2022 - 12:07
in Internasional
sudan

Pengunjuk rasa berjalan selama aksi menentang aturan militer menyusul kudeta bulan lalu di Khartoum, Sudan, Kamis (30/12/2021). Foto: ANTARA/REUTERS

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – 3 pengunjuk rasa tewas tertembak di Sudan dalam demonstrasi anti militer pada Kamis, tutur petugas medis.

Mereka tewas oleh tembakan yang dilepaskan oleh anggota pasukan selama demonstrasi di kota Omdurman dan Bahri, melintas Sungai Nil dari ibu kota Khartoum, tutur Komite Pusat Dokter Sudan.

BacaJuga:

IRGC Tegaskan Selat Hormuz Baru Dibuka jika AS Penuhi Syarat Iran

Klaim Sepakat dengan Iran, Trump Batal Lancarkan Serangan

Gempa M 7,1 Guncang Jepang, Kemlu Minta WNI Tetap Waspada

Para demonstran kembali berusaha mendatangi istana kepresidenan di Khartoum untuk terus menekan militer yang telah melakukan kudeta pada Oktober.

Kudeta itu mengakhiri pengaturan pembagian kewenangan yang dinegosiasikan setelah Omar al-Bashir digulingkan pada 2019.

Militer telah membenarkan kudeta sebagai”koreksi” yang dibutuhkan untuk memantapkan peralihan.

Baca Juga : Negara Barat Prihatin Dewan Transisi Baru Sudan

Militer mengatakan protes damai diizinkan dan mereka yang menimbulkan korban akan dimintai pertanggungjawaban.

Sedikitnya 60 orang telah tewas dan lebih banyak lagi yang terluka oleh tindakan keras militer terhadap demonstrasi sejak kudeta itu, yang mengusik upaya membawa perubahan demokratis, tutur segerombol petugas medis yang mendukung aksi protes.

Menurut sejumlah saksi mata kepada Reuters, pasukan menembakkan peluru dan gas air mata kepada massa yang memenuhi Khartoum dan kota- kota lain.

Di Omdurman, tempat sejumlah pengunjuk rasa tewas dalam seminggu terakhir, seorang demonstran mengatakan pasukan keamanan melepaskan peluru tajam dan gas air mata, dan menabrak beberapa orang dengan kendaraan bungkus baja.

“Ada kekerasan yang luar biasa hari ini, situasi di Omdurman menjadi sangat sulit. Teman- teman kami telah tewas, situasi ini tak menyenangkan Tuhan,” tuturnya sembari meminta agar namanya tidak disebut.

Kementerian Kesehatan Negara Bagian Khartoum mengatakan pasukan keamanan mendobrak RS Arbaeen di Omdurman, melanda petugas medis dan menyakiti pengunjuk rasa.

Pasukan juga mengepung RS Pendidikan Khartoum dan menembakkan gas air mata ke dalam rumah sakit.

Di Bahri, seorang saksi melihat pasukan melemparkan gas air mata dan bom lempar mendadak. Tabung- tabung gas mendarat di rumah-rumah dan sekolah ketika pengunjuk rasa dilindungi untuk mencapai jembatan ke Khartoum.

“Demonstrasi ini memperlihatkan penyimpangan dari perdamaian serta kasus-kasus agresi dan kekerasan oleh beberapa demonstran terhadap pasukan yang bertugas,” tutur polisi Sudan dalam pernyataan, seraya mengatakan sejumlah korban di kalangan polisi dan tentara.

Pernyataan itu juga mengatakan bahwa 3 orang telah ditangkap karena pembantaian terhadap 2 warga di Omdurman. Secara keseluruhan jumlah tersangka yang ditangkap mencapai 60 orang.

Seperti dalam demonstrasi sebelumnya, layanan telepon seluler dan internet sebagian besar terpenggal sejak pagi, tutur wartawan Reuters dan Netblocks, situs pengamatan penghentian internet.

Sebagian besar jembatan yang menghubungkan Khartoum dengan Bahri dan Omdurman ditutup.

Aliansi Pasukan Kebebasan dan Perubahan, yang telah berbagi kewenangan dengan militer sebelum kudeta, meminta Dewan Keamanan PBB untuk melakukan penyelidikan atas apa yang mereka gambarkan sebagai pembantaian yang disengaja dan invasi rumah sakit.

Di Khartoum, pengunjuk rasa berusaha mendekati istana presiden namun pasukan keamanan bergerak maju ke arah mereka dan sering menembakkan gas air mata, tutur seorang saksi mata kepada Reuters.

Beberapa demonstran menggunakan masker gas, sementara lainnya banyak yang hanya memakai masker medis dan penutup wajah.

Sejumlah pengunjuk rasa memakai helm dan sarung tangan untuk melontarkan kembali botol gas air mata ke arah pasukan.

Massa membarikade jalan dengan batu, batu bata, dan ranting pohon saat berjajar menuju pusat kota Khartoum dan pasukan keamanan mendekati mereka dari beberapa sisi.

Sepeda motor dan wagon terlihat membawa pengunjuk rasa yang terluka atau pingsan.

Aksi protes pertama dalam Januari itu terjadi 4 hari setelah Abdalla Hamdok mengundurkan diri dari jabatannya sebagai perdana menteri.

Hamdok menjadi perdana menteri pada 2019 dan melakukan reformasi besar di bidang ekonomi sebelum digulingkan dalam kudeta pada Oktober. Dia dinaikan lagi sebagai perdana menteri pada November menyusul kesepakatan dengan militer yang berdaulat.

“Kami keluar hari ini untuk mengusir orang- orang(militer) itu. Kami tidak ingin mereka menjalankan negara kami,” tutur Mazin, pengunjuk rasa yang tinggal di Khartoum.

Pengunduran diri Hamdok tidak masalah, tutur dia,”Kami akan terus melanjutkan.” (mg4)

Tags: Militer Sudanpolitik SudanSudan

Berita Terkait.

IRGC Tegaskan Selat Hormuz Baru Dibuka jika AS Penuhi Syarat Iran
Internasional

IRGC Tegaskan Selat Hormuz Baru Dibuka jika AS Penuhi Syarat Iran

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:30
Trump
Internasional

Klaim Sepakat dengan Iran, Trump Batal Lancarkan Serangan

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:50
Gempa M 7,1 Guncang Jepang, Kemlu Minta WNI Tetap Waspada
Internasional

Gempa M 7,1 Guncang Jepang, Kemlu Minta WNI Tetap Waspada

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:19
Terima Kunjungan Dubes Palestina, Presiden PKS Almuzzammil Yusuf Sampaikan Putusan MMS Tentang Dukungan Palestina
Internasional

Terima Kunjungan Dubes Palestina, Presiden PKS Almuzzammil Yusuf Sampaikan Putusan MMS Tentang Dukungan Palestina

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:15
SB
Internasional

Swiss-Belhotel International Perluas Portofolio di Bali dengan Soft Opening Resor Ashva Swiss-belresort Ubud

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:25
Candaan Trump untuk Timnas Inggris: Harry Kane Kok Malah Jadi Pemain Bertahan?
Internasional

Candaan Trump untuk Timnas Inggris: Harry Kane Kok Malah Jadi Pemain Bertahan?

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:04

BERITA POPULER

  • Erick-Thohir

    PSSI Ubah Haluan Piala Presiden, Turnamen Kini Diproyeksikan untuk Timnas

    2463 shares
    Share 985 Tweet 616
  • Dugaan Penyalahgunaan Dapodik Ditelusuri, Kemendikdasmen Siap Tindak Tegas

    2193 shares
    Share 877 Tweet 548
  • Erick Thohir Angkat Suara Soal John Herdman Usai Indonesia Dibekuk Vietnam

    1995 shares
    Share 798 Tweet 499
  • Bea Cukai Tanjung Priok Gagalkan Penyelundupan Motor Harley-Davidson Bekas Asal Tiongkok

    1379 shares
    Share 552 Tweet 345
  • Honda Scoopy Modifikasi Jadi Magnet di Jakarta Sneakers Day 2026, Booth Honda Sedot Ratusan Pengunjung

    1277 shares
    Share 511 Tweet 319
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.