Internasional

Korut: Uji Rudal Hipersonik Sukses Kenai Sasaran Sejauh 700 Km

Korut belum menguji bom nuklir atau rudal balistik antarbenua (ICBM) sejak 2017. Namun, dalam beberapa tahun terakhir negara itu telah mengembangkan dan meluncurkan sejumlah rudal dan hulu ledak dengan kemampuan manuver lebih tinggi yang kemungkinan dirancang untuk mengatasi pertahanan rudal seperti milik Korea Selatan dan AS, kata analis.

“Kesan saya adalah Korea Utara telah mengidentifikasi senjata luncur hipersonik sebagai alat kualitatif yang berguna dan potensial untuk mengatasi pertahanan rudal,” kata Ankit Panda, rekan senior di Carnegie Endowment for International Peace yang berbasis di AS.

Foto-foto peluncuran pada Rabu memperlihatkan apa yang analis sebut sebagai rudal balistik bertenaga cair dengan Manoeuvrable Reentry Vehicle (MaRV) berbentuk kerucut yang meledak dari kendaraan peluncur beroda dan menimbulkan awan api dan asap.

Rudal itu adalah versi berbeda dari rudal yang diuji tahun lalu, dan pertama kali diperlihatkan kepada publik dalam pameran pertahanan di Pyongyang pada Oktober, kata Panda.

“Sepertinya mereka menjalankan setidaknya dua program pengembangan yang terpisah,” katanya Kamis (6/1/2022), seperti dikutip Reuters.

“Salah satunya adalah Hwasong-8, yang diuji coba pada September. Rudal ini, yang memiliki sejumlah fitur yang sama dengan Hwasong-8, adalah rudal lain,” kata Panda.

Dalam perbincangan telepon dengan Menteri Luar Negeri Jepang Yoshimasa Hayashi pada Kamis, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengutuk peluncuran rudal Korut itu.

Kedua menlu mendiskusikan kerja sama untuk mencapai perlucutan nuklir total dan perdamaian abadi di Semenanjung Korea, kata Deplu AS dalam sebuah pernyataan.

“Kami memandang setiap kemampuan (senjata) baru secara serius, dan seperti kami telah katakan, kami mengutuk uji rudal balistik yang terus menerus (dilakukan Korut), yang mengganggu stabilitas kawasan dan komunitas internasional,” kata juru bicara Deplu AS.

Korut menguji coba rudal hipersoniknya hanya beberapa jam sebelum Presiden Korsel Moon Jae-in menghadiri peletakan batu pertama pembangunan jalur kereta api yang dia harapkan dapat menghubungkan semenanjung Korea yang terbagi dua.(mg1)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button