Internasional

Kali Ini Warga Korsel Membelot ke Korut, Kenapa?

Pemerintah Korut di Ibu Kota Pyongyang berdalih insiden itu terjadi di tengah aturan penanganan Covid-19. Pyongyang kemudian menyatakan permohonan maaf.

Dua bulan sebelumnya, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyatakan memberlakukan status darurat nasional dan menutup sebuah kota di perbatasan.

Baca Juga: India-Pakistan Saling Bertukar Daftar Tahanan

Penutupan dilakukan setelah seorang pembelot asal Korut, yang ia katakan memiliki gejala Covid-19, secara ilegal melintasi perbatasan secara ilegal dari Korsel ke Korut.

Korut sendiri telah memperpanjang pemberlakuan karantina wilayah (lockdown) serta pembatasan pergerakan antarprovinsi. Langkah itu membuat jumlah warga Korea Utara pembelot yang tiba di Korsel tercatat paling rendah dalam sejarah.

Hubungan antara Korut dan Korsel menjadi suram setelah perundingan antara Korut dan Amerika Serikat, soal pelucutan senjata nuklir, mengalami kebuntuan pascapertemuan pemimpin Korut dan AS pada 2019– yang berakhir dengan kegagalan seperti dikutip Reuters via Antara.

Korea Selatan dan pasukan AS yang didukung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara teknis masih berperang dengan Korea Utara sejak Perang Korea pada 1950-1953 berakhir dengan gencatan senjata, bukan dengan perjanjian perdamaian. (mg3)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button