Internasional

Taliban Segera Izinkan Anak Perempuan Kembali Ke Sekolah

“Perubahan akan sesuai dengan standar internasional dalam fisika dan kimia dan biologi dan semua mata pelajaran sains ini,” ujar Hashimi, yang menambahkan bahwa belum ada perubahan pada kurikulum hingga saat ini.

Namun, dia memperingatkan bahwa sistem itu akan dibentuk dengan cara yang dapat disetujui oleh para pemimpin dan cendekiawan Taliban, dan tidak didasarkan pada tekanan internasional.

“Kami ingin mendidik, dan kami akan mendidik, perempuan dan laki-laki kami serta anak laki-laki dan perempuan,”ucap Hashimi.

Memastikan hak bagi perempuan dan anak perempuan telah menjadi salah satu masalah paling sensitif yang dialami Taliban sejak mereka merebut kekuasaan di Afghanistan pada Agustus.

Badan-badan internasional menuntut bukti bahwa hak-hak tersebut dihormati sebelum diskusi apapun tentang pengakuan formal pemerintah baru Afghanistan.

Pada September, gerakan Islam garis keras itu mendapat kecaman global ketika memperbolehkan anak laki-laki untuk kembali ke sekolah namun menyuruh anak perempuan yang lebih tua untuk tinggal di rumah sampai kondisi memperbolehkan mereka kembali.

Di beberapa wilayah utara, anak perempuan telah meneruskan pendidikan mereka, namun yang lain dituntut untuk belajar secara sembunyi-sembunyi.

Sejumlah negara seperti Amerika Serikat dan Rusia masih berlagak skeptis dan menuntut Taliban mewujudkan janji mereka dalam tindakan.

“Ulama kami sedang mengerjakannya, dan segera insya Allah, kami akan mengumumkannya kepada dunia,” tutur Hashimi.

Larangan efektif untuk pendidikan anak perempuan selain sekolah dasar mengingatkan akan aturan pemerintah Taliban saat berkuasa tahun 1996-2001, ketika sebagian besar perempuan tidak diperbolehkan bekerja dan anak perempuan tidak diizinkan pergi ke sekolah. (mg4)

Sumber: Reuters – Dikutip dari: Antara

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button