Internasional

Malaysia Khawatirkan Penyitaan Aset Petronas di Sudan

Sebelumnya dikabarkan, pemerintah transisi Sudan berupaya untuk mengambil aset milik perusahaan minyak nasional Malaysia itu dengan dakwaan diperoleh melalui cara ilegal ketika Sudan diperintah oleh Omar al- Bashir.

Setelah al- Bashir digulingkan, pemerintah transisi mengeluarkan undang- undang dan membuat Komite Pemberdayaan Penghapusan, Anti- Korupsi, dan Pengembalian Uang (ERC), yang bekerja meninjau perjanjian dan mengutip aset yang diduga diperoleh melalui cara ilegal sepanjang pemerintahan sebelumnya.

Saat menyelidiki mantan presiden dan lingkaran dekatnya, komite itu mendakwa investor asing di Sudan dan mengambil aset mereka.

Petronas Malaysia bekerja di Sudan lebih dari 20 tahun dan menolong negara itu jadi negara pengekspor minyak.

Sanksi Amerika Serikat kepada Sudan sudah memunculkan tantangan yang besar untuk perusahaan asing, termasuk Petronas. (mg4)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button