Internasional

Mengenal Sejarah Terpendam di Sanliurfa, Turki

INDOPOSCO.ID – Saat mengunjungi Turki, Sanliurfa mungkin tak terlalu santer didengar menjadi salah satu destinasi wisata. Tapi, siapa yang menyangka bahwa Sanliurfa memiliki banyak warisan sejarah dan budaya yang unik dan kaya. Terletak di Mesopotamia utara, Sanliurfa adalah tujuan yang harus dilihat oleh para pelancong di tenggara Turki.

Pemerintah Turki sendiri kini mendorong provinsi ini untuk lebih dilirik oleh para pengunjung terutama dari mancanegara yang tertarik untuk menggali warisan sejarah dan peradaban manusia.

Berikut adalah rangkuman dari sejumlah tempat bersejarah dan kaya akan budaya di salah satu provinsi terbesar di tenggara Turki. Sejak 11.500 tahun yang lalu, Göbeklitepe terletak 15 km timur laut Provinsi Sanliufra. Tempat ini kerap disebut sebagai “rumah bagi “kuil tertua di dunia”, dan merupakan salah satu pusat terpenting dari periode Neolitik yang diketahui di dunia.

Komunitas yang hidup dalam keajaiban kuno ini, beralih dari berburu, lalu mengumpul ke sedentisme, dan membangun struktur megalitik yang monumental. Pilar batu kapur berbentuk T yang terletak di tengah struktur adalah salah satu manifestasi pertama dari arsitektur monumental buatan manusia.

Monumen-monumen tersebut diyakini telah digunakan selama acara sosial dan ritual. Tiang-tiang yang beberapa di antaranya setinggi 5,50 meter ini dihiasi dengan penggambaran hewan liar, pola geometris, dan sedikit penggambaran abstrak manusia.

Tertulis dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO pada 2018, Göbeklitepe yang misterius dan mengesankan menjanjikan pengunjung perjalanan waktu kembali ke periode yang paling tidak diketahui dalam sejarah manusia.

“Simbolisme dan penggambaran pada monumen di Gobeklitepe memberi tahu kita tentang kompleksitas masyarakat prasejarah saat ini,” kata arkeolog sekaligus dosen peneliti arkeologi prasejarah di Institut Arkeologi Jerman di Istanbul Dr Lee Clare.

Karahantepe adalah salah satu situs terbaru di Sanliurfa. Terletak di Taman Nasional Gunung Tek Tek, Karahantepe pertama kali ditemukan oleh tim peneliti yang dipimpin oleh arkeolog Jerman Klaus Schmidt selama survei permukaan pada 1997.

Sejak penggalian situs seluas 140 ribu mil persegi pertama kali dimulai pada tahun 2019, para peneliti telah menemukan lebih dari 250 pilar batu kapur berbentuk T, mirip dengan yang ditemukan di dekat Gobeklitepe, rumah bagi bangunan monumental tertua di dunia.

Meskipun Karahantepe sendiri lebih besar dari Gobeklitepe, kedua situs tersebut berusia kurang lebih sama, yaitu sekira 10 ribu hingga 11.600 tahun lamanya.

Berdasarkan apa yang peneliti pelajari dari Gobeklitepe dan Karahantepe, diyakini bahwa situs dan artefaknya akan lebih berkontribusi pada pemahaman kita tentang zaman Neolitik dan dampaknya terhadap sejarah manusia.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button