Internasional

Militer Myanmar Lancarkan Serangan Udara ke Gerilyawan

“Kami tidak bisa mengontak mereka karena jaringan internet dan telepon mati,” kata aktivis tersebut.

Reuters tidak dapat secara independen memastikan kebenaran keterangan- keterangan itu. Juru bicara militer tidak menjawab panggilan telepon untuk dimintai komentar.

Pemerintah Kesatuan Nasional (NUG) mengatakan berbagai jenis senjata, termasuk sebuah granat berpeluncur roket serta beberapa senjata kecil dan peluru dalam pertempuran tersebut, telah diamankan.

NUG adalah pemerintah bayangan yang dibentuk oleh para anggota parlemen yang terdepak dan oleh kalangan penentang junta.

Pertumpahan darah meningkat di daerah- daerah seperti Sagaing setelah kelompok gerilyawan NUG pada 7 September menyatakan pemberontakan.

Kelompok itu juga meminta PDFs agar menetapkan junta beserta aset- aset mereka sebagai target serangan.

Sebelumnya dalam konflik, militer beberapa kali memutus jaringan internet, terutama di kota- kota, dalam upaya untuk mengekang demonstrasi.

Militer sejak Kamis (23/9) telah memutus akses internet di 11 distrik yang dilanda konflik di Negara Bagian Chin dan di wilayah Magway, menurut laporan situs berita Myanmar Now yang mengutip para warga dan anggota PDFs.

Beberapa kelompok gerilyawan juga menyatakan diri sebagai pelaku peledakan sejumlah menara telekomunikasi Mytel, perusahaan yang sebagian dikendalikan oleh militer. (mg1)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button