Internasional

CDC AS Dukung Vaksin Booster Pfizer Untuk Masyarakat

Komite menjelaskan mereka dapat meninjau lagi panduan yang dikeluarkan. Bulan lalu, Presiden AS Joe Biden serta sejumlah petinggi kesehatan mengatakan mereka berharap bisa memberikan dosis penguat mulai pekan ini. Menurut mereka, data menunjukkan kalau kekebalan memudar seiring waktu.

Pakar vaksin Dr. Paul Offit mengatakan dirinya yakin para penasihat CDC juga khawatir apabila pemberian booster menurut jenis pekerjaan, maka pemberiannya akan masif, terutama di kelompok dewasa muda. Padahal, efektivitas booster pada mereka masih belum jelas.

“Apa yang sedang kita lakukan pada dasarnya adalah apa yang diminta pemerintah (Biden) agar kita punya vaksin untuk populasi yang lebih luas, karena apotek tidak akan bertanya apakah Kamu bekerja di toko grosir ataupun rumah sakit,” tutur ia.

Lebih dari 180 juta orang di AS telah divaksinasi lengkap, atau sekitar 64 persen dari populasi yang memenuhi syarat. Pfizer serta beberapa pejabat tinggi kesehatan AS seperti Dr. Anthony Fauci berdalih kalau program vaksinasi ekstra diperlukan untuk mengatasi kekebalan yang menurun.

Fauci dan pejabat lainnya juga mengatakan suntikan tambahan akan membantu menahan lonjakan kasus rawat inap serta kematian yang disebabkan oleh varian Delta karena banyaknya kasus infeksi terobosan pada orang yang sudah divaksin lengkap.

Gelombang kasus rawat inap saat ini, terutama pada mereka yang belum divaksinasi, kemungkinan akan memuncak, meskipun kematian akibat Covid-19 di AS masih berada di kisaran 1.500 per hari selama pekan lalu, menurut data CDC.

AS mengizinkan pemberian dosis penguat pada orang dengan gangguan sistem kekebalan bulan lalu dan sekitar 2,3 juta orang sudah menerima dosis ketiga itu, ujar CDC. (mg2/wib)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button