Internasional

Keluarga Korban Tragedi 11 September Desak Penyelidikan Bukti FBI Yang “Hilang”

Para keluarga korban telah lama mencari dokumen pemerintah AS, termasuk laporan agen rahasia dan badan intelijen, tentang apakah Arab Saudi membantu atau membiayai siapa pun dari 19 orang yang terkait dengan al-Qaida.

Kelompok teroris tersebut diberi perlindungan di Afghanistan oleh Taliban pada saat itu.

Lima belas dari 19 pembajak berasal dari Arab Saudi. Sebuah komisi pemerintah AS tidak menemukan bukti bahwa pemerintah Saudi secara langsung membiayai al- Qaida. Tidak jelas apakah ada pejabat Saudi yang terlibat secara pribadi.

Berita Terkait

Hampir 3. 000 orang tewas, lebih dari 2. 600 di antaranya di gedung World Trade Center (WTC), 125 orang di Pentagon, dan 265 orang di empat pesawat yang ditabrakkan.

Keluarga dari sekitar 2.500 korban tewas dan lebih dari 20.000 orang yang terluka, pemilik bisnis dan perusahaan asuransi, telah menggugat miliaran dolar kepada Arab Saudi.

Bulan lalu, banyak keluarga meminta Presiden Joe Biden untuk tidak menggelar acara peringatan 20 tahun peristiwa itu kecuali dia mengungkap dokumen yang mereka nilai akan menunjukkan bahwa para pemimpin Arab Saudi mendukung serangan itu.

Tiga hari kemudian, Departemen Kehakiman mengatakan dalam dokumen sidang bahwa mereka telah memutuskan untuk meninjau ulang klaim yang mereka buat sebelumnya tentang kenapa mereka tidak bisa merilis beberapa informasi yang diminta pihak keluarga.

“Pemerintahan saya berkomitmen untuk memastikan transparansi maksimal berdasarkan undang-undang,” kata Biden pada 9 Agustus dalam sebuah pernyataan.

Dia menyambut baik komitmen Departemen Kehakiman untuk melakukan peninjauan ulang. (mg3/gin)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button