Internasional

Beri Kelonggaran, Masjid di Inggris Gelar Salat Idulfitri

Aplikasi digital untuk reservasi tempat salat ini digunakan untuk memudahkan penerapan protokol kesehatan. Pendaftar cukup memasukkan data nama dan waktu salat, lalu akan ada barcode yang digunakan sebagai tanda masuk masjid.

“Kami menggunakan aplikasi digital yang secara khusus bisa memantau jumlah warga yang ingin salat Idulfitri. Sebagian dari mahasiswa dan keluarganya, juga warga muslim di sekitar Southampton,” kata Usamah.

Pihak takmir masjid juga menyediakan aneka makanan ringan dan buah untuk anak-anak, yang diberikan setelah pelaksanaan salat Idulfitri.

Berita Terkait

Abu Yusuf, warga muslim di Southampton, mengaku senang dengan pelaksanaan salat Idulfitri tahun ini. “Alhamdulillah, tahun ini kita di Inggris dapat melaksanakan shalat di masjid. Saya ingat tahun lalu kita tidak dapat melaksanakan salat bersama karena pandemi. Jadi, tahun ini kemajuan penting, harus disyukuri. Semoga pandemi segera berlalu,” katanya.

“Anak-anak juga senang karena bisa melakukan salat bersama. Ini momentum bagi anak-anak untuk bisa merayakan Idulfitri, setelah tahun lalu tidak bisa karena pandemi,” tambah Abu.

Warga muslim Indonesia di Inggris juga gembira dengan perayaan Idulfitri tahun ini, meski harus dengan aturan kesehatan ketat. Nizam, warga Indonesia di Southampton menjelaskan bahwa biasanya setelah salat Idulfitri ada agenda silaturahmi dan makan bersama. Namun, hal ini tidak bisa diselenggarakan karena pandemi.

“Sebelum pandemi, warga Indonesia di Southampton biasa masak bakso untuk dibagi-bagi kepada saudara muslim dari negeri lain. Biasanya ada meja besar di depan masjid dan di taman, lalu semuanya bebas ambil makanan. Tahun ini belum bisa karena aturan pemerintah,” ungkap Nizam yang merupakan mahasiwa doktoral bidang pengajaran Bahasa Inggris. (gin)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button