Internasional

Malaysia Akan Deportasi 1.200 Pengungsi Asal Myanmar

“Mereka tidak ingin kembali ke Myanmar,” kata Thu Zar Moung, pendiri sekaligus Ketua Myanmar Muslim Refugee Community. Dari total 85 Muslim asal Myanmar yang ditahan, beberapa di antaranya adalah perempuan dan anak-anak. Kelompok itu mengaku ada beberapa dari mereka yang akan dipulangkan ke Myanmar.

Moung mengatakan lembaganya mewakili komunitas Muslim Myanmar di Malaysia. “Hidup mereka terancam dan dalam bahaya saat mereka menempuh perjalanan dari Malaysia ke Myanmar,” kata dia.

James Bawi Thang Bik dari the Aliansi Pengungsi Chin, mengatakan kantornya telah menerima telepon dari sembilan pencari suaka bahwa mereka akan segera dideportasi. Komunitas pengungsi, baik dari kelompok Rohingya atau etnis Chin, kerap datang ke Malaysia setelah lari menyelamatkan diri dari konflik senjata atau persekusi di kampung halamannya.

Departemen Keimigrasian UNHCR telah menerima laporan terkait masalah itu, tetapi pihaknya belum dapat memastikan kabar tersebut. “Kami sangat prihatin terhadap keputusan Pemerintah Malaysia. Tiap orang yang membutuhkan perlindungan dari komunitas internasional tidak boleh dikembalikan ke dalam situasi yang mengancam kebebasan dan nyawa dirinya,” kata Yante Ismail, juru bicara UNHCR Malaysia.

Sementara itu, Amnesty International meminta UNHCR segera melakukan kontak dengan mereka yang akan dideportasi. “Ketika Pemerintah Malaysia tidak memberi akses untuk UNHCR selama 1,5 tahun, maka itu hanya akan mengancam nyawa pengungsi dan pencari suaka,” kata Direktur UNHCR untuk Malaysia, Katrina Maliamauv. (wib)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button