Internasional

Kelompok Bisnis Myanmar Kritik RUU Dunia Maya Bikinan Junta Militer

INDOPOSCO.ID – Sejumlah 50 bisnis di Myanmar mengkritik rancangan undang-undang (RUU) baru tentang keamanan dunia maya yang diusulkan oleh pihak junta militer Myanmar.

Kelompok bisnis Myanmar mengatakan, RUU keamanan dunia maya itu akan melanggar hak asasi manusia, melanggar privasi data dan membatasi inovasi.

Beberapa perusahaan internet dan organisasi masyarakat sipil terbesar di dunia juga telah memberikan peringatan atas rancangan undang-undang tersebut, yang diedarkan ke perusahaan telekomunikasi pada pekan ini setelah tentara merebut kekuasaan dari pemerintah sipil Myanmar dalam kudeta 1 Februari.

Pemerintah belum memberi komentar apa pun tentang RUU atau kritik tersebut.

“RUU itu memasukkan klausul terbuka yang secara serius melanggar hak asasi manusia,” kata kelompok bisnis Myanmar dalam sebuah pernyataan, Jumat (12/2/2021).

Banyak dari kelompok bisnis yang menyampaikan kritik terhadap RUU itu adalah perusahaan teknologi.

Mereka mengatakan “RUU” itu membatasi hak untuk membuka inovasi di sektor wirausaha, sektor teknologi informasi, dan sektor bisnis lainnya.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button