Nasional

Instruksi Mendagri 30/2021 Telah Akomodir Moda Transportasi Udara

INDOPOSCO.ID – Selama ini syarat perjalanan melalui moda udara diskriminatif. Karena wajib PCR, sedangkan untuk moda lain (darat, KA, laut dan penyeberangan) boleh menggunakan swab antigen. Pernyataan tersebut diungkapkan Pengamat Penerbangan Alvin Lie melalui gawai, Selasa (10/8/2021).

Kebijakan tersebut, menurut dia, menyebabkan jumlah pengguna transportasi udara merosot drastis.

“Ini tidak hanya soal biaya, tapi juga soal waktu proses tes PCR yang butuh minimal 6 sampai 8 jam,” ungkapnya.

“Di berbagai daerah, terutama di Indonesia Timur, hasil PCR bahkan perlu waktu 2 sampai 3 hari karena keterbatasan ketersediaan alat proses,” imbuhnya.

Ia menilai, Instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 30 Tahun 2021 sudah sedikit mengakomodir. Walaupun idealnya syarat perjalanan moda udara tidak dibedakan dari moda lainnya.

Karena, menurutnya, sistem transportasi udara selama ini justru yang paling ketat dan patuh menerapkan protokol kesehatan (prokes).

“Moda udara didukung juga kabin pesawat yang dilengkapi HEPA filter yg membersihkan udara dalam kabin pesawat dari bakteri, virus dan kontaminan lain hingga di atas 99 persen,” terangnya.

Sebelumnya, dalam instruksi Mendagri Nomor 30 Tahun 2021 ada kebijakan pelonggaran prasyarat terhadap perjalanan udara yang telah disuntik vaksin Covid-19 sebanyak dua kali. Mereka kini tidak diwajibkan menjalani tes usap PCR. (nas)

Sponsored Content
Back to top button