Nusantara

Ini Saran IDI untuk Belajar Tatap Muka di Banten

INDOPOSCO.ID – Pembelajaran belajar secara tatap muka terus diwacanakan. Pemerintah Pusat menargetkan pada Juli 2021 sekolah akan dibuka. Namun harus mempertimbangkan aspek kesehatan dengan menjalankan disiplin protokol kesehatan.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) perwakilan Banten Budi Suhendar mengatakan, idealnya secara ilmiah belajar tatap muka digelar setelah 80 persen masyarakat telah disuntik vaksin. Namun pihaknya tidak dapat memaksa jika pemerintah memiliki aspek pertimbangan lain.

“Kalau dari sisi ilmiahnya tentunya akan lebih baik apabila vaksinasi sudah secara menyeluruh misalkan kita sudah 80 persen rakyat Indonesia tervaksinasi baru kita memulai tatap muka. Itu idelanya seperti itu,” katanya saat dihubungi, Jumat (26/3/2021).

Untuk menjaga kesehatan di masa Pandemi Covid-19, yang paling penting adalah disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan (prokes). Kemudian, kesanggupan sekolah dalam menggelar belajar tatap muka harus diuji. Mulai dari prasarana dan tempat belajar siswa. Setelah itu, memberikan pemahaman kepada orangtua dalam menyiapkan anaknya menjalankan prokes.

“Selanjutnya, apabila ada indikasi sakit dari pada anak pada saat itu ataupun pendidik dan setiap orang yang ada di sekolah, itu baiknya jangan masuk. Karena kita masih pandemi. Begitu ada anak, pengajar siapa saja di sekolah itu memiliki gejala gejala covid, walaupun masuk kategori OTG, sebaiknya jangan masuk dulu,” terangnya.

Ia mengungkapkan, pemerintah harus melihat perkembangan penyebaran Covid-19 untuk mengeluarkan kebijakan sekolah dibuka. Sebab sejauh ini, grafik penularan virus corona di Banten belum stabil atau masih turun naik.

Budi menyadi bahwa pendidikan sangat penting bagi kemajuan. Maka, IDI tidak keberatan belajar tatap muka digelar, dengan catatan zona daerah kuning dan data epidemologi penularan Covid-19 melandai.

“Kalau saat ini saya melihat grafik global masih naik turun, kemarin kita sempat turun, tapi sebagian balik lagi ke oranye. Nah artinya masih ada pergerakan. Untuk mempersiapkan itu, kami imbau semua pihak untuk memhami pentingnya aspek pencegahan, dalam upaya kita membuka tatap muka sekolah, baik dari masyarakat dan seluruh elmen,” ungkapnya.

Di sisi lain, IDI berharap pemerintah dapat maksimal dalam menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro di keluarahan atau desa, gunu mekan angka terkonfirmasi positif. Mengingat, penularan virus corona pada anak mengalami peningkatan.

“Tapi terakhir saya lihat grafiknya masih ada peningkatan. Artinya anak-anak kita masih tertular covid dan bisa menularkan. Artinya faktor keluarga untuk melindingi anak menjadi penting. Jadi kita sebagai anggota keluarga wajib memberitahukan kepada anak, pentingnya pencegahan dengan penerapan 3M,” tukasnya. (son)

Sponsored Content
Back to top button