Nasional

Ini Penjelasan soal Ucapan Mensos ‘Pergi ke Papua’

INDOPOSCO.ID – Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Raden Harry Hikmat mengucapkan istilah” Pergi ke Papua” yang dilontarkan Menteri Sosial Tri Rismaharini bentuk lecutan motivasi agar aparatur sipil negara (ASN) lebih peduli di masa gawat darurat pandemi.

Bagi Harry, pernyataan itu merupakan usaha meningkatkan empati pegawai kepada kondisi terkini masyarakat, agar pegawai dapat bertugas dengan hati, harus keluar dari zona nyaman terlebih dulu.

“Itulah yang dimaksudkan dengan pernyataan akan dipindahkan ke Papua, tempat yang paling jauh (dari Bandung) tapi masih di Indonesia. Seluruh pegawai wajib dapat keluar dari zona nyaman, meninggalkan keluarga dan kenyamanan rutinitas yang dialami sehari- hari, untuk berperan menangani masalah sosial dari Aceh hingga Papua,” ujar Harry dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Rabu.

Harry menuturkan arahan Risma dalam kunjungan kerjanya di Dapur Umum Balai Sosial Wyata Guna Bandung, Selasa (13/7), wajib dimaknai sebagai cambuk untuk seluruh barisan Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial RI. Terlebih dalam kunjungan itu sempat Balai menyuguhkan hiburan serta hiasan yang tidak perlu dalam kondisi kedaruratan.

“Kami wajib belajar dari relawan Tagana (Taruna Siaga Bencana) bagaimana metode mengoperasikan dapur umum,” ujar Harry Hikmat.

Dapur umum di Balai Wyata Guna Bandung ini diterapkan di beberapa balai sosial lain yang juga membuka dapur umum. Disaat ini dapur umum dalam rangka menambah ketahanan sosial masyarakat terkena dampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di daerah Jawa–Bali beroperasi di Jakarta, Bandung, Bogor, Solo, Surabaya, dan Denpasar.

Dapur umum itu mendistribusikan tambahan protein dan vitamin D untuk tenaga kesehatan, tenaga operasional pendukung PPKM Darurat dan masyarakat umum yang melaksanakan isolasi mandiri.

Kedatangan Kementerian Sosial dalam situasi tanggap darurat juga direalisasikan dalam pemberdayaan sosial dan penanganan pasca bencana sebagaimana dilakukan di beberapa wilayah di Papua.

“Pasca banjir bandang awal 2021 misalnya, hingga saat ini kami terus mendorong bangkitnya perekonomian masyarakat lewat penyediaan perahu long- boat, fasilitasi koperasi untuk membuka toko sembako dan beragam kegiatan pengolahan hasil pertanian. Kami berharap jajaran kami dapat terjun langsung ke daerah-daerah di Papua pasca PPKM Darurat ini,” ujar Harry.

Sebelumnya, Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini protes kepada beberapa ASN yang ada di Balai Wyataguna Bandung karena dinilai tidak ikut membantu memasak di dapur umum yang dibuat oleh Kementerian Sosial untuk mendistribusikan makanan kepada masyarakat.

Disaat kunjungan, Risma mendapati adanya dapur umum yang hanya dikerjakan oleh petugas dari Tagana dan petugas lainnya.

Sementara ASN lainnya di lingkungan Kementerian Sosial hanya bekerja di dalam kantornya masing-masing. (mg2)

Sponsored Content
Back to top button