Gaya Hidup

Ini Mitos Seputar Baterai Ponsel

INDOPOSCO.ID – Ponsel pintar saat ini tidak bisa dipisahkan dari kegiatan sehari-hari, ketergantungan akan gawai semakin tinggi ketika pandemi virus corona mengharuskan aktivitas dilakukan dari jarak jauh.

Ponsel keluaran masa kini cenderung memiliki baterai yang besar agar bisa menunjang kegiatan penggunanya, yang banyak bergantung pada ponsel terutama untuk berkomunikasi.

OPPO Indonesia, melalui siaran pers dikutip Selasa (23/3/2021) mengemukakan ada sejumlah mitos agar baterai ponsel tahan lama.

Mengosongkan baterai

Sejak lama, beredar anggapan pengguna sekali-sekali perlu mengosongkan baterai sebelum diisi ulang, tujuannya agar “memori baterai” terhapus.

Faktanya, ponsel pintar masa kini menggunakan baterai lithium-ion atau Li-ion, mengisi daya baterai saat kapasitasnya tersisa sepertiga bisa bermanfaat positif untuk umur panjang sel baterai.

Ketika daya baterai hampir kosong, baterai Li-ion akan menarik arus konstan dan beroperasi pada tegangan yang lebih rendah. Tegangan berangsur naik saat sel baterai terisi, kemudian tegangan mendatar sekitar 70 persen muatan sebelum arus mulai turun hingga kapasitas penuh.

Berdasarkan riset Battery University, mengisi daya ponsel di kisaran 30-80 persen membuat voltasi lebih rendah dan bisa memperpanjang masa pakai baterai.

Untuk baterai Li-ion, isi ulang daya yang sedikit, namun, teratur, lebih baik dibandingkan mengisi daya penuh dalam jangka waktu yang lama.

Mengisi daya semalaman

Banyak pengguna ponsel yang sengaja mengisi daya baterai ketika malam hari dan baru dicabut saat pagi hari.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button