Nusantara

Ini Cara Bea Cukai Tingkatkan Devisa Indonesia dari Desa

INDOPOSCO.ID – Bea Cukai terus aktif berupaya meningkatkan devisa Indonesia dari sektor ekspor. Tak hanya mendorong ekspor dari industri besar, Bea Cukai pun menyasar IKM yang ada di pedesaan, hal ini dilakukan dengan harapan agar kesejahteraan masyarakat Indonesia dapat ditopang oleh pengembangan produk unggulan daerah, yang kedepannya dapat meningkatkan ekspor nasional.

Salah satu program yang didukung Bea Cukai adalah desa devisa yang diinisiasi oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Progam pengembangan desa devisa merupakan rangkaian kegiatan berbasis community development yang dapat didefinisikan sebagai kegiatan pengembangan masyarakat yang diarahkan untuk memperbesar akses masyarakat untuk mencapai kondisi sosial-ekonomi-budaya yang lebih baik, apabila dibandingkan dengan sebelum adanya kegiatan dan menghasilkan devisa. Upaya pengembangan yang diberikan melalui pelatihan, bantuan sarana produksi, informasi dan akses pasar, dan lainnya.

Program ini diberikan kepada desa, komunitas, atau cluster tertentu yang berpotensi untuk melakukan aktivitas produksi secar berkelanjutan untuk ambil bagian dalam rantai pasokan ekspor. Membantu terlaksananya program ini, Bea Cukai Gresik melaksanakan asistensi desa devisa. Kepala Kantor Bea Cukai Gresik, Bier Budy Kismulyanto, pada Selasa (6/4/2021) mengatakan pihaknya bersama Kepala Desa Wedani, yang merupakan desa produksi sarung tenun khas Gresik yang terbuat dari bahan sutra dan menggunakan pewarna alami, bersama-sama untuk memfokuskan pembuatan desa devisa dengan menggandeng instansi pemerintah.

“Pada tanggal 02 Maret 2021 kami menggelar kegiatan di Balai Desa Wedani, Kecamatan Cerme dengan mengundang instansi pemerintah yang datang mempresentasikan program masing-masing untuk merealisasikan desa devisa. Ada Diskoperindag Gresik yang mempunyai program pendampingan pendaftaran merek secara gratis dan akan mengasistensi pembentukan koperasi produksi di Desa Wedani. Juga Kanwil LPEI Surabaya yang sudah meneruskan dua permohonan kepada LPEI Pusat di Jakarta mengenai penetapan Desa Devisa Gresik yaitu sarung tenun budaya Desa Wedani Cerme Gresik dan Legend Trend Desa Bungah Gresik,” jelasnya.

Untuk Bea Cukai Gresik sendiri dijelaskan Bier mempunyai program klinik ekspor dan KITE IKM (kemudahan impor tujuan ekspor industri kecil menengah), “Kami sudah mempersiapkan untuk penyediaan bahan baku benang impor dari Cina dan India sehingga para UMKM potensi desa devisa dapat mempersiapkan bahan baku murah. Diharapkan dengan adanya sinergi antar instansi dan terjun langsung ke lapangan realisasi desa devisa dapat segera terwujud.”

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button