Nasional

Ini Capaian Peningkatan Utilitas Batam Logistic Ecosystem

INDOPOSCO.ID – Bea Cukai Batam sebagai salah satu pelopor BLE telah melalui berbagai langkah dan strategi guna berjalannya BLE dengan maksimal. Inilah capaian perkembangan yang telah ditempuh oleh Bea Cukai Batam dalam pengembangan BLE sebagaimana disampaikan oleh Sekretaris Tim BLE, Akbar Harfianto di penghujung Mei lalu.

“Kementerian Keuangan melalui Bea Cukai Batam yang ditunjuk untuk menjalankan pelaksanaan penataan ekosistem logistik di Kawasan Bebas Batam. Penataan ekosistem tersebut meliputi simplifikasi proses bisnis dan layanan, kolaborasi sistem layanan dan logistik, serta kemudahan transaksi pembayaran penerimaan negara,” jelas Akbar. Dirinya menjelaskan empat bukti meningkatnya utilitas BLE antara lain peningkatan simplifikasi proses bisnis, kolaborasi dengan platform digital, simplifikasi pembayaran, serta perbaikan tata ruang Pelabuhan Batu Ampar.

Salah satu perubahan yang ditawarkan melalui BLE terkait simplifikasi proses bisnis adalah berkurangnya waktu yang dibutuhkan oleh pengguna jasa dalam layanan Ship to Ship (STS)/Floating Storage Unit (FSU). Hingga saat ini layanan STS dan FSU single submission sudah terlaksana sebanyak 33 transaksi. Jika sebelumnya pengguna jasa memerlukan tiga kali proses transaksi untuk mendapatkan persetujuan izin, dengan penerapan BLE, hanya dibutuhkan satu kali proses transaksi. Hal ini memangkas waktu layanan yang sebelumnya dapat memakan waktu hingga tiga hari menjadi hanya kurang dari satu hari.

Bea Cukai juga sedang menyusun kerja sama dengan BP Batam melalui IBOOST. Dalam kerja sama ini nantinya BLE akan berkolaborasi dengan INAPORT. Kemudian akan ada penetapan TPS Apung, penerapan SLA terpadu, dan penyiapan mekanisme dokumen penyelesaian kepabeanan.

BLE juga berkolaborasi dengan berbagai platform digital untuk menunjang kegitan transaksi di dalamnya. Hingga saat ini sudah ada dua platform yang telah berjalan yaitu iTruck.ID dengan enam mitra trucking dan sembilan kontainer dan AITI-LOG dengan dua mitra trucking dan 117 kontainer. Kedua platform digital tersebut telah mencapai 130 transaksi. Selain itu pemerintah juga berencana untuk melakukan penambahan platform baru yaitu dengan Persero Batam yang masih dalam pengembangan, Infotech dan Citra Agramasinti Nusantara. Ketiga Platform terbaru tersebut rencananya akan mulai bergabung pada bulan Mei hingga Juni 2021.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button